Oleh: Ismail ( hilang orang)
Ramai rampai bunga-bunga kehidupan
Sinar matahari menyingsing hingap diatas kepalaku
Bunga-bunga berguguran di taman
Melihat diri yang tak suci
Air mata menetes, begitu saja
Tak mampu ku menahan
Menjadi pelacur bukan cita-cita
Menanti cinta, itu hanya mimpi
Hanya bisa mencintai setiap nafsu sihidung belang
Malam bagiku, ladang dihidupku
Pagi bagiku, taman hiburan
Ku temui dunia baru dialam mimpi
Jauh dari gemerlap lampu diskotik
Siang tempat ku merenung dan murung, sebab malam akan datang, hidung belang datang lagi
Hanya bisa pasrah dan tersenyum
Batin pun menagis, meski raga menikmati
Ahh mungkin ini sudah nasib yang digariskan
Biarlah dosa menjadi bagian dari hidupku
mereka tidak tau apa yang kurasa
Biarlah mereka menjadi hakimku

https://orcid.org/0000-0003-2892-5411
0 wicara:
Posting Komentar