data-ad-format="auto"

Bukan Dosa Mahasiswa




Oleh: ismail ( hilang orang)
Bukan dosa mahasiswa 


Berdiri terbungkuk disebrang jalan,.
Menunduk lesuh sambil terdiam.
Menatap sepi dikeramaian malam, pikiran ku terbang entah kemana, hanya terpintas diingatan,  "dosa mahasiswa" kata temanku. Hemm keningku mengkerut, dengan sedikit ketidaktrimaan,.
Sembari mencari tempat duduk ku mencoba mencari alasan, kenapa mahasiswa didosakan?.
Melihat 1,2,3....... puluhan mahasiswa-mahasiswi berjalan dihadapanku penuh dengan pengharapan dan kegundahan,.
Melihat fenomena yang begitu kacau, pikir ku terombang-ambing kan oleh keadaan.
Heem...
Menjadi mahasiswa apakah sebuah keinganan dari diri sendri?
Untuk apa jadi mahasiswa?
Kenapa harus menjadi mahasiswa?

Diera modern ini, dinamika kehidupan yang begitu dinamis dan selalu berubah-ubah, semua berjalan begitu cepat.

"Semua manusia menginginkan keyamanan, ketenangan dan kemapanan"

Mereka yang masuk ke perguruan tinggi, 
mengantungkan nasibnya pada satu gelar yang disebut sarjana. Dengan segenap harapan terpancar dibalik matanya.  Dari gelar itu mereka berharap, menjadi lebih baik.
Bagiku Mereka yang masuk kepurguruan tinggi, adalah orang-orang yang suci yang memiliki pengharapan dalam kehidupan.
Menyandang nama mahasiswa serasa begitu berat, sebab tradisi lama menganjurkan tugas suci yang mungkin tak pernah mereka kira sebelumnya, agen of change, agen of control and iron stock dan Apalah, itu. Akupun muak dengan semua itu!!

Selain menangung beban nama yang begitu berat, kau juga dituntut untuk belajar dan aktif berkuliah, serta tugas-tugas yang menumpuk.

Oh nasib mu wahai mahasiswa, kini kau harus dijadikan tumbal dari permasalahan yang kau pun tak tau apa yang harus kau lakukan.

Kini semua dosa dilimpahkan pada mu. Dan kau juga harus dituntut untuk segara lulus, selain itu juga tugas-tugas yang menumpuk di pulau kapuk tempat tidurmu.

Sedangkan mimpi dan harapanmu, tengelam oleh tugas-tugas dan tanggung jawabmu sebagai mahasiswa.
pantaskah kita kini menyalahkan mahasiswa?
Siapa yang harus bertanggung jawab pada keadaan yang absurt seperti ini?

Sedangkan ilmu yang dipelajari, terbatas oleh waktu yang menjadi batas.
Sedangkan usia mudamu habis untuk mengerjakan tugas-tugas yang kau pun tak tau apa yang kau kerjakan. Hingga kau tak menikmati usia mudamu.

Ilmu yang kau geluti tak juga kau pahami, tak terasa waktu 4 tahun telah usai, namun kau juga tak tau apa yang kau dapatkan.

Ohh ini kah dosamu?
Apakah ini semua dosa dari mahasiswa?

Bukankah kau korban?
Namun kau senang dengan kenyataan ini, dan kau menikmati diri sebagi korban. Bahkan kau saling manyalahkan.
Apakah benar ini dosa mahasiswa??
Lantas siapa yang harus bertanggung jawab atas pristiwa ini, mahasiswa, Dosen, universitas atau negara bahkan dunia yang harus bertanggung jawab pada kondisi yang sperti ini??



2 wicara:

amirarnok mengatakan...

Nyes

amirarnok mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
 

ANDA PENGUNJUNG YANG KE

IKLAN

TRANSLATE