data-ad-format="auto"

KEPEMIMPINAN YANG TERPUJI ATAU TERCELA"NICOLLO MACHIAVELLI" IL PRINCIPE





UKM FORDIMAPELAR UNTAG SURABAYA 
(DISKUSI BUKU MALAM RABU)


Bagimana sikap pemimpin, kepada bawahan dan kerabatnya.
Dalam diskusi kali ini, kami mencoba membahas tentang kepemimpinan menurut machiavelli. diskusi kali ini mengenai buku karya sang pangeran dan negarawan nicollo machiavelli, IL PRINCIPE hanya membahas sub BAB tentang kepemimpinan yang dipuji dan dicela,  jadi tulisan ini bukan rangkuman atau resensi buku Il PRINCIPE secara utuh.

dewasa ini, kepemimpinan menjadi tren dikalangan mahasiswa, bahkan sampai dijadikan agenda rutin dalam pelatihan.
Sudah banyak organisasi-organisasi kemahasiswaan yang meletakakan kepemimpinan didalam prioritas kegiatanya. Pembicaraan kepemimpinan mungkin sudah menjadi tradisi dikalangan mahasiswa organisasi. Dalam pelaksanaan pelatihan kepemimpinan di organisasi kemahasiswaan dibagi menjadi tiga tahapan, LKMM TD, LKMM TM, LKMM TL. setiap tahapan pelatihan, membicarakan kepemimpinan. bahkan pelatihan tersebut menjadi satu kewajiban bagi mahasiswa.
Sebagai mahasiswa mungkin kita telah menerima berbagai konsep, terknik dan prinsip kepemimpinan di setiap tahapan pelatihan tersebut.

Meski pun pembahasan kepemimpinan sudah menjadi makanan sehari-hari mahasiswa, kali ini kami mencoba melihat kepemimpinan dari sang negarawan nicollo machiavelli, sebelum nya kami minta maaf jika pandangan dari hasil kajian kita menyingung dan bertentangan dengan ajaran-ajaran didalam pelatihan kepemimpinan yang dialakaukan oleh organisasi kemahasiswaan.
Tulisan ini  Bukan bermaksud untuk mengambil wilyah pelatihan-pelatihan yang disakralkan oleh orkem-orkem kemahasiswaan dan juga universitas bahkan negara.

Kali ini pembahsan mengenai kepemimpinan datang dari seorang negarawan nicollo machiavelli, dalam buku nya il principe.
Kewajaran manusia melihat sesuatu didalam apa yang diinginkan dibandingkan apa yang terjadi, sering kita terima dalam pelatihan-pelatihan kepemimpinan pada umumnya. Dalam kenyataannya jurang antara apa yang diinginkan dengan apa yang terjadi terlalu lebar, sehingga seseorang atau pemimpin, lebih memikirkan apa yang ingin dilakukan, dari pada memikirkan apa yang terjadi, maka machiavelli mengagap ia sedang mempelajari bagaimana cara untuk menhancurkan diri sendiri bukan untuk mempertahankan diri. Masalahnya bahwa orang yang ingin  bertindak terhormat suatu saat disetiap langkahnya akan mengalami kekecewaan  sebab begitu banyak orang-orang yang tidak berjiwa kesatria disekelilingnya. Oleh sebab itu machiavelli mengatakan seorang pemimpin juga harus memiliki kedua sifat, kesatria dan tidak kesatria, kapan dia akan memanfaatkan dan kapan dia tidak memanfaatkan sesuai Dengan kebutuhannya .

Dengan mengesampingkan hal-hal yang bersifat imajiner dan menunjuk pada hal-hal yang sesungguhnya ada, atau realitas. Menurut machiavelli,  Dalam berbicara seseorang khususnya pemimpin,  orang akan dikenal dalam berbagai sifat yang menyebabkan mereka  dipuji atau dicela. Beberapa contoh misalnya seorang pemipin akan diangap dermawan dan sebaliknya ada yang dianggap kikir; seseorang dianggap kejam dan yang lainnya dianggap murah hati; seseorang dianggap ingkar janji yang lain dianggap dapat dipercaya; seseorang dianggap lemah yang lain dianggap keras; yang lain dianggap bermoral dan yang lain dianggap tidak bermoral dan seterusnya.

Semua orang akan setuju jika seorang pemimpin akan dinggap terpuji jika melakukan tindakan-tindakan yang dianggap baik, namun semua sikap baik itu tidak semuanya dapat dimiliki dan dipenuhi oleh seorang pemimpin, mengingat kodrat manusia tidak memungkinkannya. Oleh Sebab itu seorang pemimpin harus bersikap bijaksana dalam menghindari sikap-sikap yang dianggap tercela. Tetapi menurut machiavelli jika tidak memungkinkan seorang pemimpin tidak boleh takut  mengahadapi tuduhan  anggapan jahat, kalau kejahataan itu perlu dilakukan demi keselamatan negara. Setelah dipertimbangkan dengan masak-masak terkadang sesuatu yang dianggap baik dan nampak baik jika dilakukan akan membawa kehancuran dan sebaliknya terkadang sesuatu yang dianggap buruk dan nampak buruk jika dilakukan akan membawa keselamatan negara.

Selain itu machiavelli juga mengatakan bahwa, kedermawanan yang dilakukan seseorang pemimpin untuk meraih Citra atau kesan baik dalam mengangkat namanya akan menghancurkan dirinya sendiri.
Dalam hal ini machiavelli menguraikan, bahwa seorang pemimpin yang seperti itu, ketika kekayaannya sudah habis oleh sikap kedermawanan yang dipaksakan, supaya kesan dermawan itu tetap nampak ada didalam dirinya, maka pemimpin tersebut akan melakukan segala hal untuk sesegera mungkin mendapatkan kekayaannya kembali, Dengan pemungutan pajak yang meningkat dan bahan-bahan pokok yang juga meningkat. Dengan tidakan seperti itu maka pemimpin tersebut telah menghancurkan dirinya sendiri.

Dalam pandangan ini machiavelli mengatakan bahwa menjadi seorang pemimpin haruslah dari dirinya, bukan dipaksakan melalui anggapan yang dianggap baik. Pemimpin yang dianggap kikir, itu lebih baik, sebab dengan penghematan nya, sang pemimpin mampu membiayai alat kelengkapan negaranya dan tidak perlu menaikan pajak dan lain-lainnya. Maka pemimpin tersebut akan dicintai masyarakat mayoritas karena kebijaksanaannya, meskipun akan dibenci sebagian masyarakat kecil yang memiliki kerakusan.

Dalam pembahasan kali ini mengenai prinsip kepemimpinan yang dapat diambil dari sang pangeran dan negarawan nicollo machiavelli adalah bagaimana meletakkan keadaan atau realitas diatas imajinasi bagi seorang pemimpin.
Selain itu dalam melakukan kebijakan dan tindakan seorang pemimpin harus memikirkan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi. Serta dalam mengangkat nama dan citra pemimpin bukan dilakukan dengan pencitraan dengan sikap-sikap yang dianggap baik sedangkan dalam realitas kebijakan pemimpin tersebut melakukan tindakan yang tidak berpihak pada rakyat.


0 wicara:

 

ANDA PENGUNJUNG YANG KE

IKLAN

TRANSLATE