Nafsu adalah keinginan atau kehendak
Dia ibarat bensin bagi mobil.
Apa yang membedakan manusia dengan malaikat? Manusia memiliki nafsu sedang malaikat tidak. Apa yang membedakan manusia dengan hewan? Manusia memiliki akal sedang hewan tidak.
Nafsu yang mendasar seperti
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang lebih baik (surga).”
Kita masih memerlukan nafsu namun perlu dikontrol agar tidak berlebihan. Bayangkan bila para wanita tidak dijadikan indah pada pandangan pria, maka yang terjadi adalah para wanita tidak akan didekati dan disentuh oleh pria. Dan yang terjadi selanjutnya tidak terjadi proses reproduksi manusia dan peradaban manusia akan segera berakhir.
Pernyataan di atas bisa berarti, jika ada variant atau macam2 bentuk. nafsu akan mencari nilai yang lebih. Meminjam bahasa Marx dan Engels: added value (nilai lebih atau pertambahan nilai). Sehingga hidup manusia tidak statis namun dinamis.
Jika diperhatikan tentang pernyataan di atas manusia senang dengan materi atau benda kemudian ditutup dengan sesuatu yang idea atau abstrak.
Dalam belajar mencinta kita belajar mencintai sesuatu yang nampak kemudian baru mencintai sesuatu yang abstrak. Zaman dahulu bila seseorang akan dijodohkan maka yang diceritakan adalah sifat-sifat atau karakter calon bukan bercerita tentang rupa. Bagaimana perangainya, kepeduliannya, rasa tanggung jawabnya. Jadi ini merupakan proses dari materi ke idea.
Nafsu ada 4 tingkatan
1. Nafsu amarah
Orang yang selalu menuruti nafsu
Nafsu dibagi menjadi 2
Nafsu perut
Nafsu syahwat (sex)
2. Nafsu musawalah
Orang yang ingin melawan nafsu namun sering tidak berdaya melawan nafsu
3. Nafsu lawwamah
Orang yang selalu mawas diri, berjaga-jaga agar tidak menuruti nafsu
4. Nafsu muthmainnah
Orang yang memiliki nafsu yang tenang. Telah mampu mengontrol nafsu
Bagaimana cara mengatur nafsu?
Nafsu ibarat kompor yang menyala
Akal dan hati sebagai regulator atau pengatur
Jika disimbolkan dalam anatomi manusia seperti idiom Plato, serta tambahan teori Sigmun Freud maka akan seperti di bawah ini:
Kepala Akal Ego
Dada Hati Super Ego
Perut Nafsu Id
Dalam kebudayaan orang indonesia kita mengenal laku puasa. Puasa secara artinya menahan lapar dan haus. Kata puasa adalah berasal dari indonesia atau serapan dari bahasa sansekerta. Sedangkan dalam bahasa arab adalah shaum. Laku puasa sudah ada sebelum islam datang di Indonesia. Dengan berpuasa kita belajar mengendalikan nafsu. Saat berpuasa nafsu ditekan. Ibarat api yang besar dia dikecilkan. Bayangkan jika tungku api terus diisi kayu bakar maka api akan membesar dan membakar hati (dada) dan akal (kepala) sehingga menjadi hangus atau gelap. Saat perut tidak diisi makanan dan minuman perut tidak menghabiskan banyak energi untuk bekerja. Saat itulah energi dialihkan ke dada dan kepala sehingga manusia menjadi arif dan bijaksana.

https://orcid.org/0000-0003-2892-5411
0 wicara:
Posting Komentar