data-ad-format="auto"

Segitiga Bermuda dalam Mobil (Bag.5)



Syaiful AH
Alumni F.Psikologi Untag Surabaya
April 17, 2011

Mobil ini tidak berbahaya saat pintu atau jendela terbuka, dan bahkan mesin bisa dinyalakan. Ide baru yang muncul untuk memindahkan mobil ini adalah tetap membuka jendela dan mengendarainya, atau bila terlalu khawatir di lepas saja semua pintunya. Kejadian sebelumnya membuktikan bahwa dengan jendela yang terbuka, orang di dalamnya masih ada hingga beberapa menit, dan saat jendela tertutup, dalam hitungan detik telah lenyap. Tentu Polisi membutuhkan sukarelawan untuk mengemudikan mobil ini, karena mobil Derek sudah tidak mampu memindahkan dan bahkan kawat sling terputus hingga dua kali. Atau mungkin Polisi pelu meminta bantuan Limbat, atau siapapun yang mampu memindahkan mobil lorong waktu ini, dan mau dipindah kemana tanyaku, yang dijawab dengan nakal oleh Hendro, “di masukkan ke Lumpur Lapindo aja Bang, biar semua lumpur akan di serap dan lenyap”. Kayaknya itu ide yang bagus untuk mengatasi masalah luapan lumpur panas yang tidak pernah selesai. Ah…apa kamu Ndro, potong Xanana Gus Trainer yang ahli Hipnotis tiba-tiba hadir di antara kami, dan sambil melanjutkan pembicaraanya, “ini masalah pikiran, kalau kita tidak khawatir dan pikian sadar kita menolak untuk hilang, maka kita tidak akan hilang. Ini sugesti permanen, sudah biar aku saja yang mengemudikan mobil itu”. Tetapi mobil itu dijaga Polisi, “Apa itu Polisi, bia saya hipnotis semuanya, tunggu nanti malam”, dengan yakinnya Xanana akan masuk dan mengemudikan mobil tanpa perlu melepas pintunya. Ini ide gila… Ternyata benar, Xanana ditemani Eko dan Bidin malam itu hadir di warung dan memesan kopi, “setelah kopi ini habis kami akan masuk, dan lihat saja, kami akan keluar lagi setelah menjalankan mobil ini”. “Na … ngomongmu di dengar Polisi”, dan apa kata Xanana yang disambut tertawa keras oleh Eko, “Hai Polisi yang ada di warung dan disekitar sini, lihat ke arah saya, dan katakan Siap saat saya suruh mengatakan, sekarang dalam hitungan ke tiga katakana siap”, dan serentak semua Polisi yang ada di lokasi itu mengatakan “Siap Pak”…sunguh luar biasa kemampuan hipnotis si Xanana ini, tetapi yang akan dihadapi adalah kekuatan yang belum jelas dan mampu melenyapkan semua benda yang keras. Kopi telah habis, sambil mematikan rokoknya Xanana berdiri, “katakan siap”, yang diikuti semua Polisi di warung dan di lokasi itu serentak “Siap”. “Hai semua wartawan dan cameramen televisi, hadapkan kamera kalian, saya akan membongkar kebohongan ini, ini hanya masalah pikiran yang tersugesti. Tidak ada keajaiban apapun di sini, juga di mobil jelek ini” teriak Xanana yang oleh beberapa media di siarkan langsung di televisi. Lihat saya dengan tim saya akan masuk dalam mobil, menutup semua pintu dan jendela, dan akan menjalankan mobil ini”. Semua kamera tertuju ke arah Xanana dan timnya yang masuk dari pintu lainnya. Juga Polisi yang ada di lokasi itu mengikuti hingga di depan pintu mobil. Dewi yang baru saja datang tidak ketinggalan mengarahkan handycam-nya kea rah tim Xanana, juga seorang wartawan asing begitu sibuk memasangkan alat perekam dan kamera digital di saku Xanana. Pintu belakang semuanya sudah tertutup, dan Tim Xanana yang duduk jok dibelakang melambaikan tangan sebelum menutup jendelanya rapat-rapat. Kini, pintu samping kiri juga tertutup, dan Eko yang duduk di samping Xanana melambaikan tangan ke luar ke arah kamera dan wartawan, sambil berkata “mohon do’anya ya”, yang dijawab serentak oleh semua yang hadir, “kami do’akan anda semua selamat dan sukses”. Aku melihat Dewi yang memegang kamera tampak tegang, sejenak ku pegang lengannya dan aku ajak pergi, namun dia menolak dan ingin menyaksikan keberhasilan Xanana keluar dari mobil dengan selamat. Juga Mbah Walid yang hanya memandang Tim Xanana dengan tatapan yang terus berpikir keras mencari jawaban atas keganjilan peristiwa ini. Mesin mobil menyala, juga lampu sein menyala, Xanana melambaikan tangan dan segera menutup kaca jendelanya. Mesin mobil sebentar meraung agak keras, dan bergerak 1 meter, kemudian meraung kembali, dan mati, juga lampu seinnya yang tiba-tiba redup dan mati. Semuanya hening sejenak, dan kemudian suasana berubah menjadi panik. Polisi yang sebagian terhipnotis juga mulai sadar dan saling menatap tak mengerti ke arah wartawan dan gerumbulan orang di sekitar mobil yang dalam keadaan panic. Suara petir diikuti gemuruh sangat tiba-tiba menggelegar dan membuat semua ornag merasa ketakutan malam itu. Aku segera menarik lengan Dewi dan membawanya ke Warung mbah Walid, saat munculnya petir yang juga diikuti oleh hujan yang deras. Semua wartawan dan masyarakat yang menyaksikan kejadian itu lari ke tempat yang aman dari hujan setelah melihat warung Mbah Walid sudah sesak oleh banyak orang. Suasana semakin mencekam apalagi selama hujan Xanana dan Timnya juga tidak keluar dari mobil yang sudah diam membisu di pinggiran jalan. Bersambung ……

0 wicara:

 

ANDA PENGUNJUNG YANG KE

IKLAN

TRANSLATE