data-ad-format="auto"

Segitiga Bermuda dalam Mobil (Bag. 3)



Syaiful AH
Alumni F.Psikologi Untag Surabaya
April 16, 2011

Inka berlari menyambut kedatangan kedua orangtuanya serta seorang Kyai muda dengan tangisan histeris, dan pada saat bersamaan terdengar suara perempuan jatuh pingsan di sampingku karena saat melihat pintu mobil terbuka telah dalam keadaan kosong. Perempuan itu ternyata calon istri si Wartawan. Semua yang menyaksikan peristiwa itu menjadi sangat panik, tangisan, dan gerimis juga sekali-kali kilatan petir di langit yang gelap terlihat diikuti suara Guntur yang terdengar tidak begitu keras. Petir yang sempat menerangi sekilas mobil sport hitam yang membisu di pinggiran jalan. Semua yang menonton keajaiban mobil sport si “pelenyap” berangsur-angsur mulai mundur dan duduk di jalan yang sudah di tutup sejak peristiwa hilangnya Polisi dalam mobil. Petugas mobil Derek diam mematung bersama beberapa polisi yang masih berdiri di sekitar mobil sambil sekali waktu berjongkok melihat bagian bawah mobil. Usaha menderek paksa dengan mengangkat bagian depan roda mobil juga gagal. Sling baja 10 mm yang bisa digunakan untuk menarik bis juga telah putus yang kedua kalinya, namun mobil tidak bergerak sedikitpun. Tak ada suara, hening dan gerimis mulai turun lebih rapat. Sebagian orang bergerak mendekati warung Mbah Walid, juga beberapa Polwan dan Polisi tetap berdiri mendampingi Inka yang dikerubuti Wartawan, karena monolak untuk pulang, juga beberapa keluarga atau kerabat dari orang-orang yang hilang dalam mobil, meski sebagian dari mereka yang berduka telah diantarkan pulang oleh petugas kepolisian setelah melewati tengah malam. Polisi mulai mendirikan tenda dan beberapa lampu besar di pasang untuk menyiapkan keperluan penelitian oleh Lembaga Penelitian Luar Antariksa (LAPAN) yang telah diundang untuk mengatasi masalah mobil kematian ini. Bukan hanya petugas Lapan saja yang hadir, staf konsulat mulai dating menengok kondisi mobil yang diparkir serta berbincang dengan komandan Polisi. Mungkin mereka akan mendatangkan para ahli cenayang atau ahli fisika dari negaranya ke sini. Tiba-tiba Mbah Walid secara spontan berdiri sambil mematikan rokoknya, “besok sebelum subuh aku mau masuk dalam mobil”, beberapa orang di sekitar kami langsung bangkit berdiri, “jangan….!!, sampean jangan nekat Mbah” kata saya. “Syaiful, ini cuma ilusi, semua yang hilang dalam mobil sebenarnya telah dipindahkan di tempat lain, jadi tidak lenyap”. Dipindahkan kemana?, “hanya dipindahkan di satu tempat, ruang milik mahluk gaib, yang kita bisa keluar dari sana kalau kita melawannya dari dalam sana”. Aku pikir saran Mbah Walid ada benarnya juga, tapi masih aneh dan mengerikan, namun tidak ada bekas darah atau apapun dalam mobil saat semua benda dan orang-orang lenyap. Sebuah kejadian ganjil yang sangat menghebohkan, seperti fenomena lubang hitam (Black hole) dan Segitiga Bermuda, sebuah fenomena alam di wilayah Samudra Atlantik seluas 1,5 juta mil2 atau 4 juta km2 yang membentuk garis segitiga antara Bermuda, wilayah Britania Raya sebagai titik di sebelah utara, Puerto Riko, teritorial USA sebagai titik di sebelah selatan dan Miami, negara bagian Florida, AS sebagai titik di sebelah barat. Segitiga bermuda sangat misterius, dan sering ada isu paranormal di daerah tersebut yang menyatakan alasan dari peristiwa hilangnya kapal yang melintas. Ada pula yang mengatakan bahwa sudah menjadi gejala alam bahwa tidak boleh melintasi wilayah tersebut. Bahkan ada pula yang mengatakan bahwa itu semua akibat ulah makhluk luar angkasa, juga ada yang mengatakan sebagai tempat Dajjal, tapi bagaimana dengan kejadian dalam mobil Sport Inka sekarang ini?? Aku terus berpikir keras mencari jawabannya, ini bukan blow out atau medan graviti terbalik, atau anomali magnetik gravitasi, karena ada lantai mobil dan jok mobil yang tetap utuh, artinya juga bukan karena gas metana yang menyebabkan semua yang masuk dalam mobil ini lenyap. Kami terus mendiskusikan kejadian ini, hingga tak terasa sudah hamper tengah malam. Dewi yang juga merasa sangat penasaran menolak saat aku tawarkan mengantarnya pulang. Dia juga sangat ingin tau banyak tentang lenyapnya semua benda dan manusia, juga tentang lorong waktu, seolah-olah sangat berkeinginan untuk kembali ke masa lalu dan mencegah semua kejadian di masa lalunya yang membuatnya menjadi hidup seperti sekarang ini. Seperti dalam film yang imajinatif, Dewi tetap berpikir dengan imajinasinya tentang lorong waktu, meski warung Mbah Walid sudah tidak nyaman karena hadirnya banyak Polisi dan orang-orang yang ingin melihat langsung kejadian itu. Juga para Pemuka agama yang berbicara dengan volume suara yang jelas bercerita tentang fenomena alam lain, Jin dan bahkan Dajjal yang akhirnya bingung sendiri karena peristiwa ini berada dalam sebuah mobil Sport, dan bukan di gunung atau di lautan seperti Segitiga Bermuda yang dikenal sebagai The Deadly Bermuda Triangle. Dewi menjelaskan dengan penuh semangat, bahwa misteri The Deadly Bermuda Triangle ini telah membuat berbagai teori muncul ke permukaan. Menurut para ufolog, di dasar laut Atlantik tempat segitiga bermuda ada markas alien yang menculik para kapal dan pesawat. Menurut para penganut new age, pesawat dan kapal menghilang karena residu kristal yang berasal dari pulau Atlantis yang misterius. Menurut para spiritualis, segitiga bermuda adalah pintu menuju dimensi keempat. Tetapi Pak Didin yang kebetulan malam itu datang ke warung Mbah Walid juga ikut nimbrung dan membantah, bahwa yang lebih rasional, fenomena ini bisa disebabkan karena gangguan elektromagnetik, dan yang paling bertanggung jawab adalah cuaca buruk, ketidakberuntungan, bajak laut, navigator yang inkompeten dan human error. Seorang Kyai muda, juga tak kalah dan menimpali saat kami menceritakan segitiga Bermuda, dengan sudut pandang yang lain, bahwa ratusan tahun sebelumnya wilayah itu dulunya adalah tempat lalu lalangnya kapal pedagang barat. Dan satu fakta yang mengejutkan, pada masa perdagangan budak, diperkirakan 10 juta budak dibuang ke laut itu, apakah karena mereka terkena penyakit, atau karena hukuman. Jadi arwah 10 juta budak itu dapat mengacaukan pikiran para pilot atau navigator yang melintas. Hmm. lumayan masuk akal, tapi bagaimana dengan Mobil Sport yang menjelma menjadi Segitiga Bermuda ini?? Dewi bersikeras ingin mencoba masuk dengan spekulasi yang dia percaya bisa terjadi seperti dalam imajinasinya, dan aku masih saja tidak bisa menemukan satu alternatif jawaban yang bisa aku percaya. Tetapi aku melarang Dewi untuk mencoba ini, dan “baiklah mungkin yang kamu pikirkan ada benarnya, dan perlu dicoba”, akhirnya aku, Dewi, Mbah Walid dan Kang Toto Dilogo sepakat untuk mencoba masuk dalam mobil. Tetapi kita tunggu besok atau beberapa hari lagi, apakah mereka yang lenyap kembali atau tidak. Tiba-tiba, “Hoe berhenti..!!!” teriakan Polisi yang membuyarkan perbincangan kami, dan terlihat 2 Polisi berlari ke arah mobil yang tidak terkunci, dan garis Polisi yang selalu putus meski berkali-kali di pasang, seolah-olah si Mobil ini terus meminta korban. Bersambung…..

0 wicara:

 

ANDA PENGUNJUNG YANG KE

IKLAN

TRANSLATE