data-ad-format="auto"

Segitiga Bermuda dalam Mobil (Bag. 2)



Syaiful AH
Alumni F.Psikologi Untag Surabaya
April 16, 2011

Aku semakin penasaran dengan kejadian yang benar-benar sangat ganjil dan sungguh sangat aneh. Hinga sore telah menjadi malam dan kini orang-orang yang bergombol mulai berganti orang lain yang ingin melihat karena rasa penasaran pada berita yang dari mulut ke mulut segera tersebar luas, juga beberapa Polisi dan Wartawan, serta beberapa Paranormal yang mulai dating atas inisiatifnya sendiri atau yang memang sengaja ditelpon oleh teman-teman Inka. Mbah Walid yang setelah mahrib setelah menuntaskan semedinya juga sudah hadir di warung dan segera nimbrung untuk melihat keganjilan mobil sport yang telah menghilangkan berbagai benda dan manusia yang ada di dalamnya. Aku melihat Mbah Walid berpikir sangat keras memecahkan teka-teki ini, dan dia mulai membuka bukunya yang kebetulan sebagian dari buku-bukunya di simpan di warung. Sejenak terdengar suara seorang Polisi yang mencoba menghalangi wartawan saat mencoba untuk masuk ke dalam mobil dan menutup pintunya. Kejadian yang cukup konyol meski menegangkan, saat seorang Polisi terjerembab ikut tertarik hingga menindih tubuh reporter perempuan itu dalam mobil. Tarik menarik terjadi lagi antara polisi dan reporter yang dibantu oleh rekannya, hingga mengundang perhatian beberapa orang untuk ikut menghalau si Reporter dan rekan wartawan lainnya saat 2 Polisi menarik paksa reporeter yang sudah duduk di jok kemudi. Peristiwa itu sempat terekam oleh kameramen juga beberapa orang merekamnya melalui ponsel untuk di upload di you tube. Sejenak suasana hening setelah polisi memaksa wartawati itu masuk ke warung dan hanya suara radio milik Polisi yang terus berbunyi dan berkomunikasi. “Sudah siap, Mbah” tiba-tiba seorang Perwira Polisi bertanya pada seorang pria tua berbaju hitam-hitam dengan menggunakan udeng di kepala, yang tampak seperti seorang dukun, “siap” jawabnya. Tetapi tunggu, kita tunggu pak ustadz yang juga ingin langsung menyaksikan. “biarkan saya juga ikut masuk dalam mobil ini” kata seorang pria setengah baya dengan pakaian putih bersih dan berjenggot sambil tangannya memegang butiran tasbih yang terus berputar sambil bibirnya terus bergerak-gerak melafalkan doa-doa. Empat orang masuk, seorang Dukun, Ustadz, Polisi dan seorang Reporter nekat yang telah diijinkan untuk masuk. Masing-masing orang sudah duduk dalam jok mobil, dan melihat ke luar jendela, mesin mobil menyala dan jendela segera di tutup. Kemudian lampu sein juga menyala sebentar namun tidak lama kemudian lampu sein juga lampu dalam mobil mati bersamaan dengan suara mesin mobil yang juga mati. Dengan histeris Inka si Pemilik mobil segera menghambur ke arah mobilnya dan langsung membuka pintu bagian kemudi, dan apa yang terjadi. Semua mata terbelalak menyaksikan mobil dalam keadaan kosong tanpa seorangpun yang tertinggal di dalamnya. Semua yang berada di dalam mobil Sport mewah milik Inka telah lenyap. “Gila ini fenomena apa Mbah..!!!” T Mbah Walid yang juga terbelalak menyaksikan peristiwa itu menjawab pelan, “entah, aku sendiri yo bingung” kata mbah Walid sambil memegang kepalanya. “tapi aku coba akan masuk ke dalam mobil ini, in aneh, aku tidak menangkap adanya fenoena apapun seperti adanya kekuatan gaib dalam moil ini”. Saya melarang, “jangan Mbah, sampean jangan masuk”, “lihatlah semua yang masuk dan menutup semua kaca mobil telah lenyap”. Kini yang datang bukan lagi Polisi, wartawan dari berbagai media, bahkan tentara dari kesatuan khusus juga melihat. Sebagian masyarakat yang nonton mobil aneh tersebut segera mengabadikan gambarnya melalui ponsel, dan sebagian yang belum menyaksikan peristiwa hilangnya benda-benda dan manusia dalam mobil itu tetap saja mereka tidak percaya, dan begitu tetap yakin bahwa kejadian ini hanya sandiwara dan rekayasa media berita. ‘Kita pindahkan saja mobil ini”, kata seorang Perwira Polisi pada seorang komandan tentara yang ada di lokasi itu. Satu jam kemudian, suara mobil penderek mendekat dan petugas mulai sibuk memasang sling baja untuk menarik mobil di antara beberapa Polisi yang terus menjaga dan menahan beberapa orang ibu dan anak-anak, juga beberapa orang dewasa yang menangis tersedu-sedu, histeris, dan membuat suasana mala mini menjadi sangat seperti menghadapi kiamat seperti dalam gambaran film 2012. Tangisan kesedihan karena anggota keluarganya telah hilang dalam mobil. Suara mobil penderek meraung keras, namun mobil sport ini tetap tidak beranjak dari tempatnya, dan sekali lagi mobil penderek meraung keras, dan kawat sling mengencang keras saat mengangkat bagian depan mobil, namun “trakk ..” kawat sling itu terputus. Ini bukan hand rem penyebabnya, tetapi petugas derek segera meemriksa dan memang benar handremnya. Namun siapa yang berani masuk, meski dengan pintu yang tetap terbuka sudah tidak ada seorangpun yang berani masuk dalam mobil, tak satupun yang berani mengendorkan hand rem mobil. Sekali lagi, ada seorang wartawan yang belum melihat kejadian secara langsung itu nekat menawarkan diri untuk masuk dalam mobil, dan bahkan sambil tertawa mengatakan, “kalau saya bisa mengemudikan mobil ini, 1 meter saja mobil ini jadi milikku lho” pernyataan nekat itu langsung diiyakan oleh Polisi yang siap menggantikan uang ganti rugi bila si wartawan itu bisa. Segera rencana itu direspon oleh beberapa reporter dan wartawan lain saat wartawan nekat itu hendak mengendorkan handrem. Persiapan dilakukan dengan memasang beberapa kamera di kaca mobil yang dilengkapi infra merah agar bisa merekam peristiwa hilangnya orang-orang dalam mobil, juga alat komunikasi yang paling canggih, serta radio. tidak lupa beberapa jimat diberikan oleh seorang dukun dan Kyai untuk dipakai wartawan saat mengendorkan hand rem, dengan mobil yang dalam keadaan tertutup sesuai permintaan si wartawan yang ingin memiliki mobil itu. Semuanya telah siap, aku dan Mbah Walid mencoba menerobos dan mendekat untuk melihat lebih dekat, dan di antara kameramen serta reporter yang merekam peristiwa itu, si wartawan sempat mengacungkan dua jari tanda kemenangan yang akan diraihnya, bahwa dirinya adalah yang selamat berada dalam mobil maut dan segera memilikinya. Brak… pintu mobil tertutup. Kini, semua perhatian tertuju pada monitor kamera, dan sesaat masih terlihat si wartawan yang berada dalam mobil, duduk bersandar dengan kedua tanggnya memegang kemudi setelah melepas hand rem. Dari peralatan audio-phone terdengar si wartawan berkata, “rasanya dalam mobil mewah ini terasa nyaman, tenang, dan hahaha… kini akan jadi milkku”. Semua mata yang menyaksikan monitor itu tampak gembira dan sebagian lagi tertawa mendengar keberhasilan si Wartawan yang tertawa dalam mobil itu, hingga kurang konsentrasi untuk melihat ke monitor. Beberapa detik berlangsung, wajah wartawan dalam monitor masih tampak meski sudah begitu kabur, tak ada suara hingga beberapa menit dan tidak ada gerakan ataupun suara mesin mobil. Radio phone yang memanggilnya juga tidak terjawab, dan sebagian Polisi yang penasaran sudah mendekat dan menempelkan wajahnya ke kaca mobil untuk melihat ke dalam, tidak tampak apapun dan gelap. Semuanya masih diam dan tetap menunggu, hingga 15 menit berlangsung, monitor masih menunjukkan gambar wajah wartawan menghadap ke muka dengan tangan di kemudi tanpa bergerak, dan panggilan radio juga tidak terjawab, segera Polisi berlari menuju mobil dan membuka pintunya, untuk menolong wartawan itu dan ternyata wartawan itu telah lenyap, tidak ada apapun bekas-bekasnya. Bersambung ......

0 wicara:

 

ANDA PENGUNJUNG YANG KE

IKLAN

TRANSLATE