data-ad-format="auto"

DIALEKTIKA HUMANISME (Madzab SEMOLOWARU) 28




Oleh Achluddin Ibnu Rochim
FISIP Untag Surabaya



STRUKTUR
BAGIAN VI

Di awal percakapan ini anda bicara Institusi Negara, sebenarnya bagaimana ini? Mengapa sampai bisa timbul Sistem Ekonomi, Sistem Politik, Sistem Hukum?
       Setiap negara dan pemerintah yang dipaparkan di awal pembicaraan kita tadi, dalam menjalankan fungsinya, yakni mensejahterakan manusia, warganya, senantiasa menempuh jalan politik ekonomi yang berbeda satu sama lain. Meskipun berbeda antara satu negara dengan negara yang lain dalam menempuh jalan politik ekonominya, secara garis besar dapat dipolarisasikan jalan–jalan yang ditempuh negara yang bersangkutan. Polarisasi tersebut adalah antara jalan Kapitalisme, Liberalisme, dan jalan Sosialisme Komunisme, atau bagi negara yang malu mengambil sikap tegas di antara keduanya mengambil jalan ‘mix economy politic system’ atau sistem politik ekonomi campuran, yang dalam perkembangannya ‘jalan–jalan’ yang ditempuh pemerintahan negara tersebut dinamakan dengan ideologi.

Bagaimana dengan sistem hukumnya?
         Hukum di sinilah yang berfungsi memberi legalisasi dan sistemnya memberi legitimasi bagi perkembangan sistem politik, sistem ekonomi dan sistem–sistem yang lain. Padahal sistem ini bukanlah sesuatu yang selalu bernilai baik. Nilai baik dan buruk dapat dirujuk pada pertimbangan akal, karena ia merupakan juri yang paling tepat dalam menilai.
       Saya berpendapat begini, dengan mendasarkan pada pernyataan Socrates, bahwa orang yang mengetahui apa yang baik akan berbuat baik. Maksudnya adalah bahwa wawasan yang benar akan menuntun pada tindakan yang benar. Dan hanya orang yang bertindak benar sajalah yang dapat menjadi orang yang berbudi luhur. Socrates meyakini bahwa kemampuan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah, terletak pada akal manusia, bukan pada nilai yang berkembang di masyarakat. Kebahagian manusia hanya akan datang apabila manusia tersebut melakukan tindakan yang tidak bertentangan dengan penilaian manusia itu sendiri. Nah dari sini, cobalah kaitkan dengan pembebasan manusia dari nilai–nilai yang dibentuk oleh masyarkat atau sistem!

Termasuk juga ideologi.
       Ideologi–ideologi yang ada selama ini ternyata telah gagal total menghantar umat manusia untuk sampai pada impian kebahagiaan. Ideologi–ideologi besar dunia yang tidak lagi relevan dan gagal tersebut adalah ideologi yang dianut hampir sebagian besar umat manusia di seluruh penjuru dunia.

Anda maksudkan komunisme dan kapitalisme?
      Ya, ideologi besar itu adalah Ideologi Sosialisme Komunisme dan Ideologi Kapitalisme Liberalisme.
       Ideologi Sosialisme–Komunisme secara praktek telah terbukti gagal dilaksanakan.

LANJUTAN


0 wicara:

 

ANDA PENGUNJUNG YANG KE

IKLAN

TRANSLATE