Oleh Achluddin Ibnu Rochim
FISIP Untag Surabaya
FISIP Untag Surabaya
STRUKTUR
BAGIAN VI
Di awal percakapan ini anda bicara Institusi Negara,
sebenarnya bagaimana ini? Mengapa sampai bisa timbul Sistem Ekonomi, Sistem
Politik, Sistem Hukum?
Setiap negara dan pemerintah
yang dipaparkan di awal pembicaraan kita tadi, dalam menjalankan fungsinya,
yakni mensejahterakan manusia, warganya, senantiasa menempuh jalan politik
ekonomi yang berbeda satu sama lain. Meskipun berbeda antara satu negara dengan
negara yang lain dalam menempuh jalan politik ekonominya, secara garis besar
dapat dipolarisasikan jalan–jalan yang ditempuh negara yang bersangkutan.
Polarisasi tersebut adalah antara jalan Kapitalisme, Liberalisme, dan jalan
Sosialisme Komunisme, atau bagi negara yang malu mengambil sikap tegas di
antara keduanya mengambil jalan ‘mix economy politic system’ atau sistem
politik ekonomi campuran, yang dalam perkembangannya ‘jalan–jalan’ yang
ditempuh pemerintahan negara tersebut dinamakan dengan ideologi.
Bagaimana dengan sistem hukumnya?
Hukum di sinilah yang berfungsi
memberi legalisasi dan sistemnya memberi legitimasi bagi perkembangan sistem
politik, sistem ekonomi dan sistem–sistem yang lain. Padahal sistem ini
bukanlah sesuatu yang selalu bernilai baik. Nilai baik dan buruk dapat dirujuk
pada pertimbangan akal, karena ia merupakan juri yang paling tepat dalam
menilai.
Saya berpendapat begini, dengan
mendasarkan pada pernyataan Socrates, bahwa orang yang mengetahui apa yang baik
akan berbuat baik. Maksudnya adalah bahwa wawasan yang benar akan menuntun pada
tindakan yang benar. Dan hanya orang yang bertindak benar sajalah yang dapat
menjadi orang yang berbudi luhur. Socrates meyakini bahwa kemampuan untuk
membedakan mana yang benar dan mana yang salah, terletak pada akal manusia,
bukan pada nilai yang berkembang di masyarakat. Kebahagian manusia hanya akan
datang apabila manusia tersebut melakukan tindakan yang tidak bertentangan
dengan penilaian manusia itu sendiri. Nah dari sini, cobalah kaitkan dengan
pembebasan manusia dari nilai–nilai yang dibentuk oleh masyarkat atau sistem!
Termasuk juga ideologi.
Ideologi–ideologi yang ada
selama ini ternyata telah gagal total menghantar umat manusia untuk sampai pada
impian kebahagiaan. Ideologi–ideologi besar dunia yang tidak lagi relevan dan
gagal tersebut adalah ideologi yang dianut hampir sebagian besar umat manusia
di seluruh penjuru dunia.
Anda maksudkan komunisme dan kapitalisme?
Ya, ideologi besar itu adalah
Ideologi Sosialisme Komunisme dan Ideologi Kapitalisme Liberalisme.

https://orcid.org/0000-0003-2892-5411
0 wicara:
Posting Komentar