data-ad-format="auto"

DIALEKTIKA HUMANISME (Madzab SEMOLOWARU) 10




Oleh Achluddin Ibnu Rochim
FISIP Untag Surabaya



Menurut anda, bagaimana seharusnya negara ini berfungsi?
     Menurut Charles E. Merriam tujuan negara meliputi lima tujuan; keamanan eksternal, ketertiban internal, keadilan, kesejahteraan umum, dan kebebasan.
       Ia menyimpulkan bahwa berbagai tujuan di atas dimengerti sebagai ‘kemakmuran bersama’ (common wealth) atau ‘kebaikan bersama’ (common good).
      Keamanan eksternal di sana maksudnya adalah bahwa segala fungsi dan tugas melindungi terhadap masyarakat dari ancaman dan gangguan yang datangnya dari luar adalah merupakan tanggungjawab dan tugas dari negara.
     Ketertiban internal maksudnya adalah bahwa negara memiliki tugas dan tanggungjawab dalam melaksanakan tertib umum atau pemeliharaan ketertiban intern (maintenance of internal order). Di situ dimaksudkan sistem yang layak diadakan dalam hal tatanan sosial dan siapa yang akan menjadi pelaksana ditentukan oleh negara. Hal demikian ini meliputi tertib pembagian tanggungjawab, tertib pembagian kerja atas implementasi regulasi pada seluruh fungsionaris negara yang mana terdapat badan–badan, prosedur–prosedur dan usaha–usaha yang dimengerti oleh segenap warganya. Sistem tersebut diyakini akan membawa pada kemajuan dan kabahagiaan bersama.
  Keadilan dimaksudkan untuk mewujudlan terlaksananya sistem yang dapat dimengerti dan prosedur–prosedur yang dapat memberikan pada setiap orang apa telah disetujui dan telah dianggap patut. Keadilan semacam ini menggambarkan adanya sistem nilai dalam interaksi antar anggota masyarakat agar setiap individu memperoleh bagiannya berdasarkan nilai–nilai yang disepakatinya tersebut.
   Kesejahteraan maksudnya adalah bahwa masyarakat memperoleh jaminan adanya keamanan, ketertiban, keadilan, dan kebebasannya. Sementara yang dimaksud dengan kesejahteraan umum itu meliputi penambahan tenaga produksi yang dapat memperbesar pendapatan nasional, memelihara tingkat kehidupan minimal bagi semua individu sesuai dengan tingkat produksi, menyelenggarakan usaha–usaha dalam bidang teknologi, dalam bidang pendidikan, dan sebagainya.
     Kebebasan maksudnya adalah bahwa  tujuan negara memiliki tujuan esensial yakni memberikan kesempatan mengembangkan dengan bebas hasrat–hasrat individu akan ekspresi kepribadian yang harus disesuaikan dengan gagasan kemakmuran umum,

Adakah negara yang secara teori tidak berfungsi pemberian, kesempatan, pengembangan bebas hasrat individu warga dan ekspresi pribadi?
           Dalam bukunya yang berjudul ‘A Classic of The Chinese School of Law’, Lord Shang berpendapat bahwa didalam setiap negara terdapat subyek yang selalu berhadapan dan betentangan, yaitu pemerintahan di satu sisi dan rakyat pada sisi yang lain. Bila yang satu kuat, maka yang lain akan lemah. Munurut Shang hubungan dikotomi Negara dan rakyat yang ideal adalah, pihak pemerintahlah yang seharusnya lebih kuat pada saat berhubungan dengan pihak rakyat. Hal demikian ini agar tidak timbul kekacauan (chaos). Karenanya pemerintah harus selalu berupaya agar dirinya lebih kuat dihadapan rakyatnya. Kata–kata Lord Shang yang terkenal adalah “Rakyat lemah berarti Negara kuat dan Negara kuat berarti Rakyat lemah. Dari itu Negara yang mempunyai tujuan yang betul, hendaklah bertindak melemahkan rakyat”.
   Shang dalam setiap ajaran negaranya menganjurkan agar dihimpun kekuasaan yang sebesar–besarnya bagi pihak Negara, karena inilah sebenarnya satu–satunya tujuan Negara. Untuk mencapai tujuan itu, maka Shang mengajarkan agar menempuh jalan menyiapkan militer yang kuat, berdisiplin dan sedia menghadapi segala kemungkinan. Menurutnya, Kebudayaan Rakyat merupakan sesuatu yang merugikan negara. Suatu negara tidak akan kuat, jika di dalam negara itu terdapat hal–hal yang mengandung kebudayaan, seperti adat, musik, nyanyian, riwayat, kebaikan, kesusilaan, hormat pada orang tua, kejujuran, dan sofisme.
        Bila hal–hal yang disebutkan Shang tadi ada, maka pemerintah tidak dapat lagi mengerahkan tenaga rakyat dan bencana negara pun tidak dapat dihindarkan lagi. dan jika dalam negara tidak terdapat ‘sembilan setan’ (Ten Evils) yang disebut Shang tadi, maka pemerintahan akan dapat dengan mudah mengendalikan rakyat dan ini bermuara pada sebuah negara yang kuat. Untuk itu Shang, menyarankan agar negara mengorbankan ‘kebudayaan rakyat’ untuk kepentingan kebesaran negara.

0 wicara:

 

ANDA PENGUNJUNG YANG KE

IKLAN

TRANSLATE