data-ad-format="auto"

DIALEKTIKA HUMANISME (Madzab SEMOLOWARU) 6

Oleh Achluddin Ibnu Rochim
FISIP Untag Surabaya




Sekali lagi, saya masih bingung, apakah sejarah itu bermakna seperti Evolusi?
      Dalam dasar berikut ini evolusi bisa kita masukkan secara paksa. Ini bertujuan untuk mendukung gagasan di awal tadi, juga dalam pembicaraan selanjutnya yang berkaitan dengan perkembangan sejarah alam dan sejarah manusia itu sendiri dari waktu–ke waktu.

Mengapa demikian?
      Oleh sebab saya teringat kata–kata dari Frederich Engels saat Karl Marx dikebumikan setelah setahun kematian Charles Darwin di London. Kalimatnya: “jika Darwin menemukan teori evolusi organik, Marx menemukan teori evolusi sejarah manusia.’

Ya, Evolusi organik
          Seperti yang pernah saya baca dari bukunya Tan Malaka dan saya akan kutip isinya panjang lebar untuk anda, bahwa gagasan mengenai Evolusi sebenarnya sudah berkembang luas di sekitar tahun 1800-an, sebelum Darwin mengemukakannya ke umum. Evolusi yang lebih dulu ini dipelopori oleh Lamarch seorang ahli zoologi dan di luar itu ada Sir Charles Lyell seorang ahli biologi yang telah mengarang Principle of Geology. Hingga dalam perjalannya gagasan evolusi ini lebih lekat dengan sebuah nama belakangan hadir, yakni Charles Darwin dengan teorinya yang terkenal Teori Evolusi Darwin.
       Dalam bukunya The Origin of Species by means of Natural Selection, or the Preservation of Favoured Races in the Struggle for Live, dinyatakan Thesis Darwin tentang perkembangan alam, yang mana judul buku panjang lebarnya itu, merupakan inti dari thesis Charles Darwin tersebut.
        Dikatakan oleh Darwin, Bahwa ada dua thesis utama untuk menerangkan perkembangan alam, yakni; pertama, dia menyatakan bahwa semua bentuk tanaman diturunkan dari bentuk–bentuk yang telah ada sebelumnya yang lebih primitif, melalui suatu evolusi biologi. Sedangkan untuk thesis utama yang kedua adalah, bahwa evolusi merupakan hasil dari seleksi alam.
         Dalam thesis pertamanya tersebut Darwin mengatakan bahwa perubahan–perubahan kecil yang perlahan–lahan daat mengakibatkan timbulnya perubahan–perubahan yang dramatis jika berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Dari situ Darwin menarik kesimpulan bahwa dalam hal penjelasan yang sama dapat terjadi dan berlaku untuk evolusi binatang.
     Lebih jauh Darwin menyatakan, bahwa perjuangan untuk bertahan hidup yang paling berat sering kali terjadi di antara species–species yang paling mirip satu sama lain. Mereka harus berjuang untuk mendapatkan makanan yang sama. Di situ, kelebihan–kelebihan kecil, yakni variasi yang sangat kecil, benar–benar muncul. Semakin sengit perjuangan untuk bertahan hidup, semakin cepat terjadinya evolusi species baru, sehingga hanya yang paling mampu menyesuaikan dirinyalah yang akan bertahan dan yang lain–lainnya akan mati.
         Dalam thesis keduanya itu perkembangan ke arah bentuk–bentuk baru dari hewan adalah faktor dari perjuangan mempertahankan hidup. Mempertahankan hidup agar tetap survival di tengah–tengah seleksi alam yang berupa bencana alam, perkelahian dengan hewan jenis lain dan karena faktor perubahan iklim serta jenis–jenis tanaman sebagai makanannya yang berganti kuantitasnya. Dari sanalah bentuk–bentuk binatang tersebut mengalami perkembangan ke arah maju.

Mungkinkan itu? Sebab ini sangat lemah jika terjadi pada asal–usul manusia, variasi acak akan timbul di situ.
       Untuk menutup kelemahan dalam teori Darwin diatas timbul Neo Darwin, yakni penjelasan tentang ini teori Darwin yang menyatakan adanya variasi–variasi acak yang pada akhirnya melahirkan manusia, padahal Darwin tidak mampu menjawab tentang sesuatu mengenai cara timbulnya variasi–variasi acak tersebut. Dalam rangka itulah Neo Darwin menjawab kelemahan teori Darwin di awal tadi.
      Neo Darwin menyatakan, bahwa seluruh kehidupan dan seluruh reproduksi pada dasarnya adalah pembagian sel. Ketika sebuah sel terbagai menjadi dua, dua sel yang sama dihasilkan dengan faktor–faktor keturunan yang persis sama. Dalam pembagian sel, maka sel tersebut adalah salinan dirinya sendiri.
     Dalam perjalanannya, pembagian sel itu kadang dalam prosesnya terjadi kesalahan–kesalahan kecil. Sehingga sel salinan itu tidak sama dengan sel induknya. Dalam istilah biologi modern, ini disebut dengan mutasi. Mutasi–mutasi itu bisa jadi tidak relevan sama sekali atau mereka dapat mendorong dalam perilaku individu tersebut. Mereka dapat secara langsung membahayakan dan mutan–mutan semacam itu akan selalu disisihkan dari kelompok besarnya. Banyak penyakit sesungguhnya merupakan akibat dari mutasi–mutasi ini. Dan kadang–kadang mutasi dapat memberikan individu itu ciri positif tambahan yang justru diperlukan untuk bertahan dalam perjuangan untuk mempertahankan kehidupan.
       Di sini akan ditentukan bahwa sebelum kehidupan di bumi ini baik binatang maupun tanaman terbentuk dari substansi yang persis sama. Definisi yang paling sederhana dari kehidupan adalah bahwa ia merupakan substansi yang mempunyai kemampuan untuk membagi dirinya menjadi dua bagian yang identik. Proses ini diatur oleh substansi yang kita sebut DNA. DNA yang kita maksudkan adalah kromosom atau struktur turunan yang dapat ditemukan dalam seluruh sel hidup.
         Kita juga menggunakan istilah molekul DNA, sebab DNA sesungguhnya adalah suatu molekul yang kompleks atau makromolekul. Karena itu, cara molekul yang pertama muncul, yakni bumi terbentuk ketika tata surya muncul 4,6 milyar tahun yang lalu. Semula ia merupakan massa bercahaya yang lambat laun mendingin. Ilmu pengetahuan modern percaya bahwa di sinilah kehidupan di mulai antara 4 hingga 5 milyar tahun yang lalu. Pertama–pertama planet ini sangat berbeda dari yang terlihat sekarang, karena tidak ada kehidupan, maka tidak ada pula oksigen di dalam atmosfer. Oksigen bebas pertama–pertama terbentuk oleh photosintesis tanaman. Fakta tiadanya oksigen ini penting, karena mustahil sel–sel kehidupan yang dapat membentuk DNA dapat muncul dalam suatu atmosfer yang mengandung oksigen. Sebab oksigen ini sangat reaktif. Jauh sebelum molekul kompleks seperti DNA itu, sel–sel molekuler DNA akan teroksidasi begitulah caranya sehingga kita dapat memastikan bahwa tidak ada kehidupan yang baru muncul bahkan bakteri atau virus sekalipun.
         Seluruh kehidupan di atas bumi ini pastilah muncul dari massa yang sama. Setiap sel dalam tubuh kita membawa materi turunan yang sama. Seluruh informasi tentang siapa kita ini, tersimpan dalam setiap sel yang sangat kecil.
        Salah satu misteri besar kehidupan adalah bahwa sel–sel dari binatang bersel banyak mempunyai kemampuan untuk memfungsikan mereka, meskipun dalam kenyataannya tidak semua karakteristik turunan yang berbeda–beda itu aktif dalam semua sel. Salah satu karakteristik gen ini diaktifkan dan yang lainnya dideaktifkan. Sel hati tidak menghasilkan protein yang sama seperti sel syaraf atau sel kulit, dimana ketiga jenis sel ini mempunyai molekul DNA yang sama, yang mengandung seluruh informasi untuk organisme tersebut.
        Karena tidak ada oksigen di atmosfer, maka tidak ada lapisan ozon yang melindungi bumi. Itu berarti tidak ada suatupun yang dapat menahan radiasi dari kosmos. Ini juga penting, sebab radiasi ini barangkali sangat dibutuhkan untuk membentuk molekul kompleks yang pertama. Radiasi kosmos semacam ini merupakan energi aktual yang menyebabkan berbagai substansi kimia diatas bumi bergabung menjadi suatu makromolekul yang rumit. Sebelum molekul kompleks rumit yang menciptakan seluruh kehidupan dapat dibentuk setidak–tidaknya dua syarat yang harus dipenuhi, yakni tidak boleh ada oksigen di atmosfer dan harus ada jalan masuk bagi radiasi kosmos.
         Dalam bumi yang masih berbentuk sub primal ini pernah terbentuk suatu makromolekul yang amat sangat rumit, yang mempunyai kemampuan luar biasa untuk membagi dirinya sendiri menjadi dua bagian yang identik. Dan demikianlah proses evolusi yang panjang itu dimulai. Begitu pulalah materi turunan DNA pertama terbentuk dan membagi dirinya lagi dan lagi. perlu diketahui juga bahwa pada tahap yang paling awal, telah terjadi trans-mutasi. Setelah ribuan tahun terlalui, salah satu organisme bersel satu berhubungan dengan organisme bersel banyak yang rumit. Dengan demikian dimulailah photosintesis tanaman dan dengan cara itu atmosfer mulai berisi oksigen. Ini menimbulkan dua akibat; pertama, atmosfer memungkinkan terjadinya evolusi binatang yang dapat bernafas dengan bantuan paru–paru. Kedua, atmosfer melindungi kehidupan dari radiasi kosmis yang berbahaya. Justru radiasi inilah yang merupakan indikasi penting dalam pembentukan sel pertama, sekaligus membahayakan bagi seluruh bentuk kehidupan, seperti yang diulas di atas.
      Demikianlah Darwin dan Neo–Darwinisme mengungkapkan evolusi alam.

0 wicara:

 

ANDA PENGUNJUNG YANG KE

IKLAN

TRANSLATE