data-ad-format="auto"

Menipu tak kembaali








Oleh: ismail hasan (hilang orang)

kau membohongi ku, kalimat ini nyelonong begitu saja dari bibir busuk ku.

malam telah larut, tepat di bulan syoro, bulan yang di sakralkan oleh kebudayaan masyarakat jawa. malam ini tepat di 40 hari kepergianmu, adik, teman juga saudara. banyak hal yang belum terwujud, seluruh mimpi-mimpi dan angan-angan yang pernah kau bahkan kita rangkai belum terwujud.

mengenalmu sejak pertama, kelahiranmu sebagai mahasiswa, adalah ketidak sengajaan atau, mungkin sudah kehendak. dengan wajah lugu namun penuh pertnyaan tersirat dibaling pandanganmu. kau tak pernah mermehkan amanah yang ku beri, meski hanya sekdar saran dan peritah, kau menjalankan semua itu penuh keyakinan. mungkin dari semua teman se angkatan mu, yang ku kenal. kau salah satu dari mereka yang memiliki keyakinan penuh terhadap apa-apa yang keluar dari mulut busukku. kini tak bisa ku lihat lagi totalitas yang kau jalankan, sebab kepergian mu tak mungkin kembali di alam duniawi.

bocah licik, kau pandai menyembunyikan sakit yang kau derita. kepandaiannya dalam bersandiwara mungkin sudah tertanam dalam dirimu, bahkan sudah menyatu didalam jiwamu. sebab nyaris sempurna kau menutup semua sakit yang kau alami kepada semuanya. mungkin itu kelebihan juga kekuranganmu.

bayi gede, kau meyakinkan dirimu juga diriku dalam satu perjuangan tentang hari esok yang akan lebih baik bagi semua untuk semuanya. malam itu kau menghampiri ku sekedar bercerita dan tertawa kecil bahkan menertawai diri sendiri.

ah sebagi senior dalam organisasi, aku melihat, spirit dan antusiasme yang sangat tinggi dalam ber proses, meski waktumu begitu sempit, sebab jarak rumah dan tempat kamu belajar cukup jauh. harusnya semua wajib mengambil satu cahaya spirit dan antusiasmu dalam berproses dan belajar. kau selalu menuntut pengetahuan-pengetahuan yang belum sempat kita bicarakan.

hemm... sebagai teman, kau sangat cerdik memanfaatkan situasi untuk memberi ketenangan. sesekali kau menjengkelkan, sebab energi mu terlampau tinggi, dan tak jarang kau kehabisan energi. waktumu harus dibagi untuk semua, teman, keluarga, sang pencipta dan urusan pribadi mu yang lain.

dasr kau penipu, sebab kau menipu ku, saat kau bilang akan balik, namun kenyataan berbicara apa yang tak ku mengerti, sebab kata balik mu untuk Tuhanmu. seakan mimpi-mimpi yang pernah terangkai, disudut kampus, di tepian jalan dan ditemani sang malam seakan sirna begitu saja.
bagiku kau adik, teman, dan saudara yang baik, penurut, dan pemimpi besar bahkan besarnya mimpimu melebihi besarnya tubuhmu. kehilangan sosokmu , spirit dan juga kekuranganmu adalah kehilangan suatu berlian ditengah bebatuan.
kau berhasil mepecundangiku.


0 wicara:

 

ANDA PENGUNJUNG YANG KE

IKLAN

TRANSLATE