data-ad-format="auto"

TENTANG KEMATIAN



Nita Tjindarbumi
Penulis Majalah Remaja Anita Cemerlang & Aneka YESS
January 30, 2013


Tentang Kematian... 
Entah berapa lama kuhabiskan waktu untuk menyusun huruf-huruf yang tercecer, lalu kita meramunya dalam kalimat manis yang sering kau ucapkan saat senja kau datang mengetuk pintu.
Serupa saat pertama kau curi waktuku dengan pesona, menembus celah kerapuhan.
Indonesia tanah air beta, mestikah kulupa pada sebidang dada yang kau sulap menjadi kebun bunga warna-warni dan berpuluh kekupu menari, menyanyikan lagu sunyi tentang malam.
Entah berapa lama buai itu melena, bermandi janji-janji seperti saat kau bisikan senandung dari pagi hingga pagi, dengan lirik cinta yang mengangkasa, seakan sayap tak akan pernah luka apalagi patah.
Tak ada luka yang tak bisa dilebur dengan kata maaf, seperti itulah ketika cucu adam terjerat buah manis yang berubah menjadi racun. 
Entah berapa lama harus kuyakinkan, bahwa kemarin adalah kenangan. Dan hari ini adalah kenyataan.
Meski ingin kupungkiri dan ingin kuyakini bahwa kehobongan ini hanya cerita fiksi. Lalu dalam secangkir capucino yang asapnya mengepul dan memanas di wajah, bayang-bayang itu mengejar.
Bayang yang menjelma menjadi pembersih wajah, sapu tangan, dan semua yang bercerita tentang kebohongan dan penipuan.
Entah berapa lama harus kupercaya, bahwa bayangmu adalah dusta, sosokmu adalah dosa, kenanganmu adalah derita yang menyiksa. 
Sebab kau sebenarnya sudah lama berlalu. menjauh menuju kematianmu....
Harus kuyakinkan diriku, tiap kematian tidak akan pernah kembali. kau telah menuju ke perjalanan abadi dengan serumpun dosa yang tak bisa termaafkan.


*Kembali menulis catatan setelah sekian lama ...

0 wicara:

 

ANDA PENGUNJUNG YANG KE

IKLAN

TRANSLATE