data-ad-format="auto"

ENTAH



Nita Tjindarbumi
Penulis Majalah Remaja Anita Cemerlang & Aneka YESS
May 5, 2011


Senja ini ketika hati memahat rindu yang bernyanyi entah irama apa, kabut masih saja enggan beranjak membiarkan jingga bermain mata. Sementara air mata langit seperti tak mau berhenti di penghujung hati yang kian temaram. Ada titik berwarna-warni yang menodai tanah bumi, seperti malam saat sepertiga bulan menapak di jalan yang basah oleh darah pengkhianatan. Senja ini manakala senyummu masih lekat di pelupuk mata, dengan jemari nyaris patah kuarsir wajahmu dan kulukis namamu meski hanya sepenggal. Begitu banyak batu karang melukai kaki membuatku terjengkang. Kumbang-kumbang yang datang seperti suara srigala kelaparan yang membungkus napsu dengan kemuliakan cinta. dan aku begitu lemah untuk beranjak dari tebing yang penuh duri. Kau disana, masih dengan asumsi-asumsi dan kata-kata yang memuliakan cinta.Yang lebih berarti : Entah

Rumah Tjinta, 5 Mei 2011, ketika senja memahat dan memakuku pada kata Entah...

0 wicara:

 

ANDA PENGUNJUNG YANG KE

IKLAN

TRANSLATE