Arya Puntadewa Ak Walank
TEATER KUSUMA
Untag Surabaya
May 15, 2011
Saudara,
Dalam diri itu ada sebenarnya Diri, pribadi yang Satu membayang menjadi diri semu (manusia), menyatukan bayang bertemu poros, eksistensi diri sebagai maklumat yata-rentan atas ada, seperti itu setidaknya. Alur Zyang tidak lain menggali penggerak diri, yang menitik beratkan pada bayang semu (manusia), dan kebebasan yang terkandung dalam diri semu bukanlah hak diri semu itu sendiri, melainkan sumber bayangan itu sendiri. Atas diri semu, kemauan sadar ataupun tidak berbatas tipis, sama-sama berawal dari yang ber-Kehendak, gambaran menjadi beda, sebab jalan bercabang, memilih adalah bagian, bukan akhiran yang berujung pilihan yang berkonotasi pembatasan didepan, sedang samudera insan tak berbatas, kegilaan yang akan menghadang, tapi bukan kegilaan atas daya tangkap diri-semu yang belum melampaui, setidaknya me-rasa rana panah tertusuk dalam diri. Analogi Kanjeng setidaknya seperti itu, menangkap, mengurung, menguasai diri-semu, untuk menyongsong inti penggerak, samapi disitu, jika memang ya...berkelanjutan, kita tunggu diri-diri-semu ini mengalami....... Sementara itu masing-masing kembali dipersilahkan menilik masing-masing jalur, berjalan dan berjumpa....... Mudah-mudahan masing-masing kita diberi limpahan rahmat.....

https://orcid.org/0000-0003-2892-5411
0 wicara:
Posting Komentar