data-ad-format="auto"

Entah

Oleh Nanik Zuroidah
FISIP Untag Surabaya

Ku 

Lupa,
Lupa bagaimana cara menangis
Meski kerikil yang terbakar kau lempar hingga ter dampar
Meski kau ludahi dengan bengis
Bibir manis masih tersenyum meringis

Cambuk dan rajam saja bila kau mau
Istana ku akan tetap menjaga ku meski dengan bau busuk ku
Karena ku tak pernah menafsu akan jasad mu
Dan Menafikan malam-malam mu

Singkirkan rombeng sutra itu
Tak sudi melirik meski hanya semu 
Buang dan bakar hingga menjadi abu
Agar tak lagi kaum hawa berlabu 





0 wicara:

 

ANDA PENGUNJUNG YANG KE

IKLAN

TRANSLATE