"*****"
Senandung rindhu ini milikmu.
masih ingatkah engkau dengan nyayian ini?
Iya lagu ini yang dulu kau sendandungkan dalam perjalanan sepulang sekolah smp dulu.
Iya lagu ini yang dulu kau sendandungkan dalam perjalanan sepulang sekolah smp dulu.
Lagu ini yang menemani perjalanan kita, kala itu ku kayuh
sepadah tua ku dan kau duduk dibelakang sabil bersenadung.
Kau basuh
setiap keringat yang keluar dari wajahku, kau hangatkan tubuhku kala
rinai hujan menguyurku.
Burung-burung berterbangan dan saling berasiyul mengiri lagu yang kau nyayikan.
Masih ingatakah kau masa-masa itu?
Kini kau berjuang meraih gelar sarjana-mu dikota pendidikan.
Burung-burung berterbangan dan saling berasiyul mengiri lagu yang kau nyayikan.
Masih ingatakah kau masa-masa itu?
Kini kau berjuang meraih gelar sarjana-mu dikota pendidikan.
Disini ku merindhu-mu
Setiap bait lirik yang terdengar, membawaku pada ruang-ruang nostalgia.
Hanya mampu mengigatmu dibatas ruang yang memisahkan kita.
Sepucuk do'a pun tak mampu ku ucap, tak terasa mata ini berlinang air mata.
Setiap bait lirik yang terdengar, membawaku pada ruang-ruang nostalgia.
Hanya mampu mengigatmu dibatas ruang yang memisahkan kita.
Sepucuk do'a pun tak mampu ku ucap, tak terasa mata ini berlinang air mata.
Masih dalam suasana "Melankolis ".


https://orcid.org/0000-0003-2892-5411
7 wicara:
Rindu lagi
HahhaHha...
kehabisan stok kata"... hanya tersisa kata rindhu saja...
Jangan bangunkan sya dari tidurku..
bangunkan sya kala negara ini sudah dikehancurannya...
Ahhh masa bodoh dengan negara...
jangan sebut lagi negara...
Negara bukan duniaku..
Duniaku ada dalam mimpi...
negaraku ada di imajiku...
ku nikmati kematian negara ku dengan sinis
Babah lah...
Posting Komentar