data-ad-format="auto"

KUN "Tidakkah Kau Paham?"

 Oleh: Dewi Ratna (F..sikologi)








Tertidur diantara kertas-kertas yang berserakan.
Sejenak kuingat tokoh-tokoh yang berusaha kuhidupkan lewat imaji. mereka sibuk berbicara bagaimana aku harus menentukan alurnya dan menemukan ending yang kurasa harus "pas"!
Terjaga tengah malam,  membuatku sadar satu hal : tak ubahnya penulis adalah Tuhan dalam cerita fiktifnya, sutradara kehidupan?
Mungkin inilah hidup,? ketika kita dipilih untuk hidup!  kita tetap harus melaluinya dengan cara kita masing-masing. berusaha menentukan alur untuk menemui sebuah akhir bahagia dalam kehidupan.
Tapi, kita tak ubahnya hanyalah tokoh-tokoh yang sibuk berbicara dalam kepala. Dan hanya sedikit penulis yang akan mengakhiri ceritanya dengan ketidak bahagiaan.
Disini tidakkah kau paham?
Tuhan akan mengakhiri cerita hidupmu!
yakinlah menjadikanmu BAHAGIA bukanlah hal sulit bagi-Nya 😊

5 wicara:

www.pusat-grosir-surabaya.blogspot.com mengatakan...

Wah nampaknya sama dengan saya: penyuKa aliran Jabariyah. (colek nanik) pesantrenisme skolastik hehe

Unknown mengatakan...

Kun fayakun....:-)
N inilah kehendak tuhan.

Cafepena mengatakan...

Hhahahha aq aliran sungai jagir...

www.pusat-grosir-surabaya.blogspot.com mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
www.pusat-grosir-surabaya.blogspot.com mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
 

ANDA PENGUNJUNG YANG KE

IKLAN

TRANSLATE