data-ad-format="auto"

Kepercayaan masyarakat sangat mahal,wahai pemerintah

Oleh: Ragil Ajeng Pratiwi( sumber:diskusi anak-anak kelas malam ilmu komunikasi)
Bumingnya MEA 2016 dengan kalimat kritis yang dikeluarkan oleh penulis, bagi saya merupakan berita ultimatum terhadap masyarakat indonesia mengenai kesiapan MEA 2016. Kesiapan tersebut bisa berupa mental, informasi atau bahkan menjadi kalimat momok untuk mencambuk semangat kita dalam menghadapi persaingan MEA 2016. Sehingga tidak sedikit dari kita yang membuka pemikiran baru mengenai MEA 2016 dari sumber karakter penulis hebat yang ada Indonesia. Singkat cerita, malam ini saya telah usai membaca karakteristik setiap golongan darah secara psikologis, mungkin setiap orang awam akan tidak menganggap penting hal ini atau bahkan tidak semua orang akan sependapat dengan saya. Tetapi bagi saya, hal ini sangatlah penting untuk mengenal setiap karakter manusia. Meskipun, tidak semua yang disampaikan buku tersebut benar menurut kepribadian saya. Saya mempercayai Tuhan yang dianggap zat tak terbatas tersebut telah menciptakan umatnya dengan macam karakter, tapi tidak memungkinkan karakter tersebut ada yang sama sehingga seorang peneliti membaginya menjadi berbagai kelompok karekteristik. Saya menggaris bawah i serta menyaring kesimpulan yang disampaikan oleh penulis. Bahwa, dari pandangan penulis yang saya simpulkan. manusia ada berbagai macam karakter yang di bagi menjadi 2 : 1) masyarakat yang apatis atau cenderung individualis 2) masyarakat yang kritis dan kental dengan aksi sosial yang sifatnya gotong royong dan memegang ideologi yang dipercayainya. Mungkin semua masyarakat paham dengan kesimpulan yang ada diatas. Bahwa tak sedikit kita hanya membahasnya pada sifat formal dan melupakan saat melakukan kegiatan keseharian. Terus bagaimana dengan hubungan MEA yang sudah mulai berlangsung saat ini? Bagi saya MEA bukanlah ancaman atau sebuah bentuk singgungan mengenai kita akan dijajah lagi. Tetapi dalam ini, saya yang tidak setuju dengan adanya MEA karena belum tersiapkan mental disiplin masyarakat Indonesia ini tetap mendukung dan memberikan ancungan jempol terhadap pemerintah Indonesia atas keberaniannya dalam mengambil keputusan ini. Dalam arti, saya setuju karena kita akan diajarkan perang dengan adanya persaingan antar masyarakat masing-masing sehingga hal ini menghilangkan rasa malas pada masyarakat pribumi dengan adanya hukum rimba ini. Namun, tidak melupakan bahwa peran pemerintah sangat besar terhadap perubahan yang akan terjadi di MEA nanti. Hal tersebut dapat merubah salah satunya dalam aspek budaya dan karakter yang sejatinya adalah gotong royong.Dalam kunci ini pemerintah haruslah bersifat mampu mempertahankan kepercayaan yang diberikan masyarakat sehingga tidak menurunkan rasa percaya diri masyarakat untuk tetap maju. Keputusan yang mengatas namakan masyarakat tersebut haruslah tidak mengutik hal pribadi yang pada akhirnya memperkaya diri sendiri dalam merugikan Negara (korupsi). Selain itu dengan persaingan ini diharapkan pemerintah juga mampu mengambil keputusan dalam mengutamakan hasil anak Negeri untuk persaingan ketat yang kita hadapi sekarang dan menghargai hasil anak Negeri yang selanjutnya tidak menyebabkan banyaknya anak Negeri lari ke Negeri lain dengan rasa dendam yang diakibatkan oleh tidak ada dukungan dari pemerintah sendiri. Dengan hubungan kesimpulan yang saya berikan mengenai masyarakat *2)yang kritis dan kental dengan aksi sosial yang sifatnya gotong royong dan memegang ideologi yang dipercayainya. Maka kita selaku prajurit perang dalam menghadapi MEA menjadikan kesimpulan tersebut sebagai senjata untuk perang. Karena jika setiap individu menanamkan rasa gotong royong tersebut, maka kita bukan hanya memperkaya dengan keringat sendiri melainkan membantu sesama masyarakat Indonesia untuk mensejahterahkan kaum lainnya. Sehingga kita yang disebut masyarakat pribumi Indonesia dapat sejahtera bersama dari sabang sampai marauke. Tanpa menindas masyarakat asing dan menjadi sektor utama utama untuk membantu sesama.Dan point penting kita sebagai mahasiswa akan tetap memantau jika terjadi kekeliruan pemerintah dalam mengambil keputusan sehingga merugikan Negara yang secara langsung juga melukai masyarakat Indonesia. Marilah kita tanamkan rasa sejatinya terbentuknya Indonesia yaitu rasa Nasionalisme. Sehingga kita yang sudah merdeka ini, mampu memanfaatkan sektor kapitalis untuk menguntung Negeri kita. Namun, tak melupakan sejatinya kita adalah anti kapitalis. Merdeka!!!

12 wicara:

www.pusat-grosir-surabaya.blogspot.com mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Cafepena mengatakan...

Ahhh tulisan ini mengangu ku...
tulisan ini sama dengan yang bercokol diatas.
Sudah jangan membangunkanku dari tidurku, aku ingin menikmati hidup bersama mimpi.

Ragil Ajeng Pratiwi mengatakan...

Heheheheh

Ragil Ajeng Pratiwi mengatakan...

Piye mas mail? Kok gelisah gitu.. hehehe

Ragil Ajeng Pratiwi mengatakan...

Piye mas mail? Kok gelisah gitu.. hehehe

www.pusat-grosir-surabaya.blogspot.com mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Cafepena mengatakan...

Yudahlah biarlah
semunaya sudah diatur
kita hanya lelakon saja
Janagn sok jadi penentu
Dan menentukan...
biar jalan seperti adanya

Unknown mengatakan...

Ini melengkapi tulisanku ya jeng hehe

Ragil Ajeng Pratiwi mengatakan...

Mas mail ngomongin takdir?? Biar takdir yang menentukan arah bangsa ini kemana?? Gitu taaa..

Ragil Ajeng Pratiwi mengatakan...

Hehe boleh jadi boleh jadi, ayo tulisanmu upload dong

Ragil Ajeng Pratiwi mengatakan...

Pak didin, dirasa saya ini kayak ibunya mas mail. Yang bangunin tidur mas mail, pakek marah marah *saya jadi sedih*

Unknown mengatakan...

Udah ada di blogku jeng hehehe

 

ANDA PENGUNJUNG YANG KE

IKLAN

TRANSLATE