Oleh: Nanik Zuroidah
"Walaa taqul lahumaa uffin,"
"Walaa taqul lahumaa uffin,"
Jangan! jangan katakan, karena perkataan seperti itu menyakiti hati Ibu,
"Ridhollahu fii ridhola waalidain, wasukhtullahu fii sukhtil waalidain"
Jika ridho harus melewati ibu, maka siapakah yang berani kalau sudah seperti ini?
Bahkan "Aljannatu tahta aqdaamil ummahaat.." Betapa Ibu sangat keren, karena diberi pangkat seperti itu oleh Tuhan, sehingga syurga pun sampai harus diletakkan di bawah duli telapak kaki ibu.
Do'a ibu pun maqbul, bahkan sahabat Nabi yang paling disegani oleh ummat, yakni Sahabat Ummar hanya diam ketika istrinya yang tidak lain adalah Ibu dari anak-anaknya sedang marah.
Zaman tatkala dulu terdapat sahabat yang bertanya kepada Nabi, "Yaa rasul....siapa orang yang harus saya hormati?"
Rasul menjawab: "ummuka"
"Lalau siapa?" Tanya kembali sahabat.
Rasul menjawab: "Ummuka"
"Lalu siapa lagi yaa rasul?" Bertanya sekali lagi sahabat.
Rasul masih menjawab dengan jawaban yang sama: "Ummuka!"
Lalu setelahnya "Abuka."
Itu semua bukti, bahwa sebgai seorang anak, sudah menjadi kewajiban untuk selalu menghormati ibu.
Ibu adalah sosok malaikat pelindung yang mengandung selama 9 bulan dengan penuh kesabaran, Ia lah yang mempertaruhkan hidup dan menyabung nyawanya, ketika melahirkan putra putrinya ke dunia. Ia juga lah yang menjagai tanpa henti, putra putrinya dikala masih balita, sampai dewasa, bahkan sampai saat ini pun Ibu masih mengawasi dengan khawatir tatkala kita telah berumah tangga sendiri. Ibu juga yang masih dan selalu penuh dengan kelembutan kasih sayang tanpa akhir, sekalipun kadang putera-puterinya menyusahkan hidupnya, Ibu tidak pernah mengeluh.
Di setiap subuh tiba, Ibu membangunkan puterinya dengan sentuhan tangannya yang lembut, dengan pijatan dan suara halusnya. Ia menyiapkan air hangat untuk mandi puterinya. Bahkan sarapan pagi pun sudah di depan mata sang puteri. Coba carilah! syurga mana lagikah pada kehidupan ini yang bisa dihidangkan layaknya seperti yang telah ibu perbuat untuk kita?
Pada detak jantung dan denyut nadi serta desahan nafas Ibu, selalu mengalir do'a, mengiring di setiap langkah putera-puterinya. Hingga jauh di waktu malam tiba, Ibu masih menjagai puterinya hingga terlelap dalam buaian tidurnya damai.
Wahai Hamba Illahi yang paling mulia, tetaplah sehat panjang umur dan selalu bahagia. Izinkan putera-puterimu yang bernaung di bawah pohon KUN ini bisa mewujudkan do'a-do'a yang selalu engkau panjatkan untuk kami. wahai Ibu...
Tidak akan pernah ada di dunia manapun, wanita sehebat IBU, ia penuh kasih sayang, kesabaran, ketulusan, dan kekuatan. Sangat luar biasa.
Kita saudara-saudara seperjuangan dari pohon KUN selalu dan akan selalu menyayangi Ibu dan juga ayah kita.
"Dakholul jannah waridhollah".
Amin.

https://orcid.org/0000-0003-2892-5411
4 wicara:
Aku leleh setelah membacanya, lanjutkan karya lainnya ya, saya menunggumu.
Maksh pa,
Tp saya bingung itu tulisan apa,,,pokokx nulis aja td sore.
Kuk mirip2 pidato ngge??
hehehe sudahhh..tulis saja apa yang ada dibenak, itu narasi sudah keren dan pada akhirnya nanti ketemu sendiri bentuk ciri khasnya kok. ga usah kawatir. Semua yang di sini belajar nulis kan??
Oky pa...:-)
Enggeh, belajar nulis pa..
Posting Komentar