Bulan sudah tak lagi tampak sedangkan matahari bersiap untuk memunculkan cahayanya, tetapi terjangnya lika-liku hidup ini masih sama tak ada perubahan. Kerasnya hidup ini membuat jalan kehidupan tak menentu arahnya. Seperti roda yang terus berputar hingga menemukan porosnya. Kucari kehidupan ini dari berbagai penjuru, dalam usahaku itu kucoba mandiri mencari pekerjaan untuk menompang ekonomi untuk diriku sendiri. Karena tak mau bergantung pada kedua orang tuaku yang cukup lama sudah mengurusi kehidupanku ini. Dari setiap lorong ke lorong perusahaan kumasuki dengan bekal ijazah serta pengalamanku selama pendidikan di Sekolah Menengah Kejurusan.
Namun, hasilnya tetap saja semua itu nihil. Mungkin dengan hanya lulusan Sekolah Menengah Kejurusan semua perusahaan meragukan kemampuan ku. Perjuanganku tetap tak sampai disini, tekatku tetap bulat. Harus ada perubahan pada diriku dari segi kemandirian dalam ekonomiku sendiri. Hingga akhirnya Tuhan memberikan jawaban atas pertanyaanku selama ini. Dalam pertemuanku pada seorang penguasaha, Akupun di tawari untuk menjaga jualan yang sedang ia rintis. Dalam peputaran waktu, hari demi hari ku jalani,bulan demi bulan ku lewati, dalam usaha ini selalu kugantungkan mimpiku. Meskipun kumulai dari nol yang nyatanya membuat hidupku semakin semangat. Hingga pada akhirnya akupun berpikir "apakah saya harus melakukan pekerjaan ini untuk selamanya?," tanyaku dalam hati yang selalu mengharap perubahan. Dalam hal lain Orang tuaku juga sangat berpengaruh besar terhadap masa depanku. Terutama doa ibuku yang menginginkan anaknya ini untuk meneruskan pendidikan yang lebih tinggi, yaitu Pengguruan Tinggi. Meskipun, tidak mudah dalam mengatur waktu kerja dan kuliah, kurasa doa ibuku tak pernah tak didengarkan oleh Tuhan. Hingga pada akhirnya aku memutuskan untuk meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sambil tetap bekerja. Doa ibuku itu terus berdampingan dengan mimpi anaknya ini dalam mewujudkan cita-citanya. Bukan aku bila tidak berpikir untuk perubahan, sebelum menginjak bangku perkuliahan Aku sempat berpikir ingin melakukan sesuatu yang baru, pikirku dalam hal baru tersebut mampu menjadikan perubahan pada diriku atau bahkan lingkungan yang ada disekitarku. Memang Tuhan tak pernah diam untuk menjawab pertanyaan umatnya, pertemanan lekat yang ada pada aku dan temanku mampu menjawab semua anganku selama ini. Salah seorang temanku mengajakku untuk membuat sebuah perpustakaan keliling yang akan kami buat bersama. Dalam rencanaku ini perasaanku agaknya ragu, karena dari awal aku sangat tidak tertarik di dunia leterasi. Tetapi temanku meyakinkan bahwa suatu saat diriku akan menyukai dunia literasi. Dengan berjalannya waktu akupun mencoba untuk membaca beberapa buku meskipun itu hanya sekedar buku antologi. Kurasa, itu sangat berpengaruh hingga pada akhirnya rasa gemarku membaca mampu membuatku jauh lebih semangat untuk mengumpulkan buku. Tak dirasa, rasa gemarku ini, inginku sebarkan juga pada masyarakat yang sementara ini kukhususkan pada Surabaya.
Tempat demi tempat kami datangi hanya untuk mengenalkan dunia leterasi ke pada masyarakat. Mungkin ini lah awal sebuah perubahan yang kuinginkan. Dengan adanya perpustakaan ini mampu mengenalkanku pada orang-orang yang sangat hebat, meskipun banyak kutemui perbedaan diantara mereka. Sejarah,politik,budaya,sastra dan seni menjadi santapan pembicaraan di setiap tempat kami ngelapak. Banyak sekali ilmu yang kudapatkan di sini. "Bahwa hal yang kecil bisa berdampak besar didalam kehidupan yang kujalani sekarang ini", tuturku agar menjadi penyemangat disetiap kegiatan ngelapakku. Namun, dikehidupan ini tak ada usaha yang selalu mulus, semua orang sukses pasti pernah mengalami proses kesulitan. Hal ini terjadi pada diriku, di lain sisi keluarga kurang mendukung kegiatanku ini. Alasanya karena semua itu bertolak belakang terhadap kehidupan dan pemikiran di keluargaku. Namun dengan sabar ku tetap berusaha untuk meyakinkan pada keluargaku.Karna apa yang mereka inginkan selama ini belum terbentuk didalam diriku saat ini. Mimpi indah yang kuciptakan bukan hanya merubah lingkungan yang ada di Negaraku, Indonesia ini. Namun, suatu saat nanti aku berharap keluargaku bangga dan juga merasakan dampak perubahan dengan apa yang kujalani selama ini.
Oleh ulung hananto(ulungparampaam)
Bulan sudah tak lagi tampak sedangkan matahari bersiap untuk memunculkan cahayanya, tetapi terjangnya lika-liku hidup ini masih sama tak ada perubahan. Kerasnya hidup ini membuat jalan kehidupan tak menentu arahnya. Seperti roda yang terus berputar hingga menemukan porosnya. Kucari kehidupan ini dari berbagai penjuru, dalam usahaku itu kucoba mandiri mencari pekerjaan untuk menompang ekonomi untuk diriku sendiri. Karena tak mau bergantung pada kedua orang tuaku yang cukup lama sudah mengurusi kehidupanku ini. Dari setiap lorong ke lorong perusahaan kumasuki dengan bekal ijazah serta pengalamanku selama pendidikan di Sekolah Menengah Kejurusan.
Namun, hasilnya tetap saja semua itu nihil. Mungkin dengan hanya lulusan Sekolah Menengah Kejurusan semua perusahaan meragukan kemampuan ku. Perjuanganku tetap tak sampai disini, tekatku tetap bulat. Harus ada perubahan pada diriku dari segi kemandirian dalam ekonomiku sendiri. Hingga akhirnya Tuhan memberikan jawaban atas pertanyaanku selama ini. Dalam pertemuanku pada seorang penguasaha, Akupun di tawari untuk menjaga jualan yang sedang ia rintis. Dalam peputaran waktu, hari demi hari ku jalani,bulan demi bulan ku lewati, dalam usaha ini selalu kugantungkan mimpiku. Meskipun kumulai dari nol yang nyatanya membuat hidupku semakin semangat. Hingga pada akhirnya akupun berpikir "apakah saya harus melakukan pekerjaan ini untuk selamanya?," tanyaku dalam hati yang selalu mengharap perubahan. Dalam hal lain Orang tuaku juga sangat berpengaruh besar terhadap masa depanku. Terutama doa ibuku yang menginginkan anaknya ini untuk meneruskan pendidikan yang lebih tinggi, yaitu Pengguruan Tinggi. Meskipun, tidak mudah dalam mengatur waktu kerja dan kuliah, kurasa doa ibuku tak pernah tak didengarkan oleh Tuhan. Hingga pada akhirnya aku memutuskan untuk meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sambil tetap bekerja. Doa ibuku itu terus berdampingan dengan mimpi anaknya ini dalam mewujudkan cita-citanya. Bukan aku bila tidak berpikir untuk perubahan, sebelum menginjak bangku perkuliahan Aku sempat berpikir ingin melakukan sesuatu yang baru, pikirku dalam hal baru tersebut mampu menjadikan perubahan pada diriku atau bahkan lingkungan yang ada disekitarku. Memang Tuhan tak pernah diam untuk menjawab pertanyaan umatnya, pertemanan lekat yang ada pada aku dan temanku mampu menjawab semua anganku selama ini. Salah seorang temanku mengajakku untuk membuat sebuah perpustakaan keliling yang akan kami buat bersama. Dalam rencanaku ini perasaanku agaknya ragu, karena dari awal aku sangat tidak tertarik di dunia leterasi. Tetapi temanku meyakinkan bahwa suatu saat diriku akan menyukai dunia literasi. Dengan berjalannya waktu akupun mencoba untuk membaca beberapa buku meskipun itu hanya sekedar buku antologi. Kurasa, itu sangat berpengaruh hingga pada akhirnya rasa gemarku membaca mampu membuatku jauh lebih semangat untuk mengumpulkan buku. Tak dirasa, rasa gemarku ini, inginku sebarkan juga pada masyarakat yang sementara ini kukhususkan pada Surabaya.
Tempat demi tempat kami datangi hanya untuk mengenalkan dunia leterasi ke pada masyarakat. Mungkin ini lah awal sebuah perubahan yang kuinginkan. Dengan adanya perpustakaan ini mampu mengenalkanku pada orang-orang yang sangat hebat, meskipun banyak kutemui perbedaan diantara mereka. Sejarah,politik,budaya,sastra dan seni menjadi santapan pembicaraan di setiap tempat kami ngelapak. Banyak sekali ilmu yang kudapatkan di sini. "Bahwa hal yang kecil bisa berdampak besar didalam kehidupan yang kujalani sekarang ini", tuturku agar menjadi penyemangat disetiap kegiatan ngelapakku. Namun, dikehidupan ini tak ada usaha yang selalu mulus, semua orang sukses pasti pernah mengalami proses kesulitan. Hal ini terjadi pada diriku, di lain sisi keluarga kurang mendukung kegiatanku ini. Alasanya karena semua itu bertolak belakang terhadap kehidupan dan pemikiran di keluargaku. Namun dengan sabar ku tetap berusaha untuk meyakinkan pada keluargaku.Karna apa yang mereka inginkan selama ini belum terbentuk didalam diriku saat ini. Mimpi indah yang kuciptakan bukan hanya merubah lingkungan yang ada di Negaraku, Indonesia ini. Namun, suatu saat nanti aku berharap keluargaku bangga dan juga merasakan dampak perubahan dengan apa yang kujalani selama ini.
Bulan sudah tak lagi tampak sedangkan matahari bersiap untuk memunculkan cahayanya, tetapi terjangnya lika-liku hidup ini masih sama tak ada perubahan. Kerasnya hidup ini membuat jalan kehidupan tak menentu arahnya. Seperti roda yang terus berputar hingga menemukan porosnya. Kucari kehidupan ini dari berbagai penjuru, dalam usahaku itu kucoba mandiri mencari pekerjaan untuk menompang ekonomi untuk diriku sendiri. Karena tak mau bergantung pada kedua orang tuaku yang cukup lama sudah mengurusi kehidupanku ini. Dari setiap lorong ke lorong perusahaan kumasuki dengan bekal ijazah serta pengalamanku selama pendidikan di Sekolah Menengah Kejurusan.
Namun, hasilnya tetap saja semua itu nihil. Mungkin dengan hanya lulusan Sekolah Menengah Kejurusan semua perusahaan meragukan kemampuan ku. Perjuanganku tetap tak sampai disini, tekatku tetap bulat. Harus ada perubahan pada diriku dari segi kemandirian dalam ekonomiku sendiri. Hingga akhirnya Tuhan memberikan jawaban atas pertanyaanku selama ini. Dalam pertemuanku pada seorang penguasaha, Akupun di tawari untuk menjaga jualan yang sedang ia rintis. Dalam peputaran waktu, hari demi hari ku jalani,bulan demi bulan ku lewati, dalam usaha ini selalu kugantungkan mimpiku. Meskipun kumulai dari nol yang nyatanya membuat hidupku semakin semangat. Hingga pada akhirnya akupun berpikir "apakah saya harus melakukan pekerjaan ini untuk selamanya?," tanyaku dalam hati yang selalu mengharap perubahan. Dalam hal lain Orang tuaku juga sangat berpengaruh besar terhadap masa depanku. Terutama doa ibuku yang menginginkan anaknya ini untuk meneruskan pendidikan yang lebih tinggi, yaitu Pengguruan Tinggi. Meskipun, tidak mudah dalam mengatur waktu kerja dan kuliah, kurasa doa ibuku tak pernah tak didengarkan oleh Tuhan. Hingga pada akhirnya aku memutuskan untuk meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sambil tetap bekerja. Doa ibuku itu terus berdampingan dengan mimpi anaknya ini dalam mewujudkan cita-citanya. Bukan aku bila tidak berpikir untuk perubahan, sebelum menginjak bangku perkuliahan Aku sempat berpikir ingin melakukan sesuatu yang baru, pikirku dalam hal baru tersebut mampu menjadikan perubahan pada diriku atau bahkan lingkungan yang ada disekitarku. Memang Tuhan tak pernah diam untuk menjawab pertanyaan umatnya, pertemanan lekat yang ada pada aku dan temanku mampu menjawab semua anganku selama ini. Salah seorang temanku mengajakku untuk membuat sebuah perpustakaan keliling yang akan kami buat bersama. Dalam rencanaku ini perasaanku agaknya ragu, karena dari awal aku sangat tidak tertarik di dunia leterasi. Tetapi temanku meyakinkan bahwa suatu saat diriku akan menyukai dunia literasi. Dengan berjalannya waktu akupun mencoba untuk membaca beberapa buku meskipun itu hanya sekedar buku antologi. Kurasa, itu sangat berpengaruh hingga pada akhirnya rasa gemarku membaca mampu membuatku jauh lebih semangat untuk mengumpulkan buku. Tak dirasa, rasa gemarku ini, inginku sebarkan juga pada masyarakat yang sementara ini kukhususkan pada Surabaya.
Tempat demi tempat kami datangi hanya untuk mengenalkan dunia leterasi ke pada masyarakat. Mungkin ini lah awal sebuah perubahan yang kuinginkan. Dengan adanya perpustakaan ini mampu mengenalkanku pada orang-orang yang sangat hebat, meskipun banyak kutemui perbedaan diantara mereka. Sejarah,politik,budaya,sastra dan seni menjadi santapan pembicaraan di setiap tempat kami ngelapak. Banyak sekali ilmu yang kudapatkan di sini. "Bahwa hal yang kecil bisa berdampak besar didalam kehidupan yang kujalani sekarang ini", tuturku agar menjadi penyemangat disetiap kegiatan ngelapakku. Namun, dikehidupan ini tak ada usaha yang selalu mulus, semua orang sukses pasti pernah mengalami proses kesulitan. Hal ini terjadi pada diriku, di lain sisi keluarga kurang mendukung kegiatanku ini. Alasanya karena semua itu bertolak belakang terhadap kehidupan dan pemikiran di keluargaku. Namun dengan sabar ku tetap berusaha untuk meyakinkan pada keluargaku.Karna apa yang mereka inginkan selama ini belum terbentuk didalam diriku saat ini. Mimpi indah yang kuciptakan bukan hanya merubah lingkungan yang ada di Negaraku, Indonesia ini. Namun, suatu saat nanti aku berharap keluargaku bangga dan juga merasakan dampak perubahan dengan apa yang kujalani selama ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

https://orcid.org/0000-0003-2892-5411
6 wicara:
Wah, agaknya pak didin salah paham hihi..kalau ini cerita dari temen saya pak, cuma saya edit. Karna kegigihannya dalam membuat perpustakaan keliling. nanti saya ajak jingga atau bahkan adeknya juga kalau sudah kenal..
Wah boleh tu pak didin, ide bagus :) nanti boleh saya dikenalkan adek nira :D
Posting Komentar