Adakah yang lebih membunuh dari kangen yang tak sampai?
Terajam batu, tapi setetes darahpun tak cucur
Bach cukup pandai memainkan Largo-nya
Melarutku dalam melodi yang berlarat-larat
Berdirilah dengan satu kaki seperti bangau, katamu
Tapi itu tak cukup menuntaskan kangenku padamu
Bukankah puncak kangen paling ilahi adalah ketika tak saling bersua, tapi diam-diam saling mendoakan?
Berdenyutlah, karena jarak kita sedekat sunyi pada sepi di nadiku
Bernafaslah, karena aku ada di tiap dengus yang terpompa
Bergumuruhlah, karena gemuruh suaramu lebih lantang dari hujan manapun
Cemara meranggas daunnya di Desember
Angin masih setia menggodaku tuk bersua
Menulislah puisi, katamu lagi, supaya kelak kangenmu memiliki tuan
Tapi tak satupun puisi tuntas kutulis
Bagaimana bisa ku tulis puisi, jika puisi itu adalah kamu
Ah, melankoli lagi…

https://orcid.org/0000-0003-2892-5411
6 wicara:
Menyampaikan kangen aja susah ya pak didin....
Menyampaikan kangen aja susah ya pak didin....
Pak, bukankah meretas kangen dengan puisi merupakan bentuk paling purba? Hehehe gak punya pulsa padahal
Posting Komentar