FISIP Untag Surabaya
7 April 2010
Langit, bolehkah aku mewartakan.
Kabar yang tak sama dengan risalahMu?
Ini Panca Yadnya saudaraku.
Wujud karya suci.
Tuk capai kesempurnaan hidup.
Lengkaplah sudah Panca Maha Yadnya.
Pada Dewa Yadnya, aku persembahkan kurban suci.
Wahai Sang Hyang Wenang, Oh manifestasiMu yang mewujud.
Brahma, Wisnu, dan Siwa yang Pralina ke muasal.
Ini sembah Tri Sandhya ku.
Tlah terlengkapkan ketiganya.
Dimana Muspa jua kubaktikan.
Dan puja-puja pada altar keramat.
Persembahan Korban suci ini.
Sebagai tugu Rerahinan saat Pawedalanku.
Pada Pitra Yadnya aku persembahan kepadamu.
Wahai para roh suci yang mendahulu.
Para pitra ku yang menggaris silsilah.
Ini hormatku sebagai kenangan kami atas jasamu.
Sawa Wedana agar sempurna jenasahmu.
Masihkah aku kurang Atma Wedana?
Damailah arwahmu diswargaloka sana.
Tuntas sudah segala hutang dan jasa.
Inilah Yadnya ku.
Pada Manusa Yadnya.
Ini korban suciku.
Tempuhkan pada Resi Yadnya.
Terimalah karya suci ini.
Wahai para Maha Resi dan Pinandita.
Oh, Bhuta Yadnya.
Ini korban suciku kepada sarwa bhuta.
Jalma rendah, yang sekala juga yang niskala.
Bagaimanapun engkau juga ciptaan Sang Hyang Wenang.
Di sinilah aku Mecaru.
Tawur Agung agar seimbang, lestari.
Jagat raya. Jagad besar juga jagad kecil.
Harmoni!

https://orcid.org/0000-0003-2892-5411
0 wicara:
Posting Komentar