Tanyamu menandai sebuah percakapan
Yang tak hendak kita rencanakan
Di dengung suara dan jarak perjalanan
Yang kemudian akan kita tertawakan
Di kuping kita bising menyelip dari sekeliling
Pada cerita pemuda, malam menyenangkan.
“tapi purnama, tak selalu ia datang”, katamu.
Seseorang pernah menerangkan pertanda
Percakapan bisa jadi permulaan
Akan di kemanakan langkah di pijakkan
Sampai pada ketika segala hal diputuskan
Tapi kau tahu aku akan membiarkanmu di tikungan itu
Di pertanyaan terakhir, dan aku tidak tahu satu pun jawaban
“malam ini,” katamu “ adalah lukisan yang di lelang”

https://orcid.org/0000-0003-2892-5411
0 wicara:
Posting Komentar