oleh: Dia Puspitasari
Secara etimologi, ujian berasal dari bahasa arab fa-ta-na yg artinya adalah ujian. Kalimat peneguhan fatanu adzdzahaan berarti membakar emas untuk memurnikannya. Emas dibakar dulu untuk mengetahui kualitasnya.
Ujian merupakan relasi antara realitas masa lalu dan realitas masa depan. Bagaimana mungkin keberhasilan melewati ujian tanpa kejelasan orientasi ? persiapan diri yg matang dan pola pikir teruntuk meminimalisir adanya abtraksi kehidupan seyogyanya dilakukan. Betapapun, subjektivitas manusia memiliki kadarnya masing-masing.
Demikian pula, abstraksi kehidupan, perlu adanya ujian untuk mengetahui seberapa substansial kehadiran diri bagi liyan. Tentu, kehidupan bersifat akumulatif. Jikalau orientasi saja tidak memiliki dan berimajinasi saja tidak maampu, lantas makna fundamental kehidupan ini untuk apa ? Menyitir dari pepatah asal Amerika Latin "Fortis imaginatio generat casum" bahwa imajinasi yg jelas akan meenghasilkan kenyataan.
Bagi saya, kekuasaan boleh memenjarakan fisik kita, membungkam mulut kita akan tetapi tidak untuk memasung imajinasi kita, orientasi kita dan harapan kita yg sudah tersistematis.
Sejatinya, "the dream will come true" inilah dasar kekuatan untuk membuat orientasi dari setiap langkah dan keputusan kehidupan. Bahkan, Einstein pernah mengatakan bahwa energi meengikuti imajinasi apakah pernah sedikitpun Einstein bermain-main dgn ucapannya ? tidak pernah kok. Apa hasilnya ? pelbagai teori spektakuler beliau gagas dan bermanfaat bagi khasanah ilmu pengetahuan dan peradaban maanusia. Untuk itu jangan pernah meremehkan, imajinasi harapan dan orientasi.
Jadilah "the real winner" dalam konteks apapun termasuk dalam konteks romans. Sebab, keyakinan meerupakan penetapan sikap yg jelas, pembeda dan sesuatu yg memiliki garis batas yg tegas. Keyakinan mampu menepis keragu-raguan. Maxwell salah satu pakar psikologi mengatakan bahwa kesuksesan dan ketercapaian bisa dikendalikan oleh alam bawah sadar yg direpresentasikan dgn imajinasi dan kejelasan orientasi. So ? benar kan apa yg dikatakan filsuf Rene Decartes bahwa Cogito ergo sum and then you're what you think kok !!!
#ketercapaian
#orientasibukandisorientasi
#berfikirmakaakuada
#kontekstualisasi
Kategori:
entah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

https://orcid.org/0000-0003-2892-5411
0 wicara:
Posting Komentar