oleh: Dia puspitasari
Jangan mencari jawaban cinta dengan logika, melainkan tanyalah hati tentang cinta dan carilah pembenarannya melalui logika.
Cinta tidak bermain dengan logika, tapi rasa untuk selalu berusaha menjadi yg terbaik untuk yg tercinta, apapun bentuknya.
Esensi terdalam cinta tidak lain adalah paradoks. Paradoks itu artinya dua hal yang bertentangan, namun bisa menyatu, dan menciptakan sesuatu. Merasakan benci dan sayang dalam satu waktu sekaligus itulah cinta.
Cinta dialektis, titik kulminasi sedang melanda betapapun ini terjadi percayalah "hati nurani tercinta akan terpanggil dengan sendirinya".
Bung Karno selalu menekankan di setiap gagasan dan tindakannya bahwa hakekat manusia seutuhnya adalah hati nurani.
Kategori:
entah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

https://orcid.org/0000-0003-2892-5411
0 wicara:
Posting Komentar