Kapitalisme saat di intip dengan kaca mata psikologi saya rasa sangat jarang di lakukan. Di abad ini manusia modern mulai dengan sebutan generasi micin, atau generasi z. Merupakan buah dari pohon kapitalisme, ciri kapitalisme adalah keberhasilan dan kegagalan merupakan kerja keras dari individu. Manusia dituntut individualistik, dimana individu dituntut untuk menentukan nasibnya sendiri.
Kapitalisme mengakibatkan terpecahnya kepribadian manusia modern, karena memberikan peran dalam pengisolasian atau pemisahan dari sesama individu. sosial hanya sebagai pemanis ketika ada kepentingan. Karakter kapitalis manusia hanya sekedar alat produksi yang egois dan mementingkan diri sendiri. manusia dimanfaatkan untuk mengejar tujuan-tujuan (ekonomi) yang ditentukan dan berada di luar jangkauan dirinya. Tujuan itu sendiri bersifat abstrak, seperti akumulasi modal, efisiensi, dan peningkatan produksi.
Penanaman berbagai nilai abstrak menjadikan manusia semakin individualis dan kehilangan spontanitas, ruang sosial dan akalnya. Ketidak pahaman mengenai sosial,ekonomi,politik pun menambah perasaan ketidak berdayaan manusia. Begitu pula ancaman kelaparan, pengangguran, kejahatan, perang dan lainya meningkatkan rasa ketidak aman dan ketidak berdayaan pada manusia.
Ketidakbermaknaan dan ketidakberdayaan menjadikan individu merasa kecil dan tak berarti. Pada titik ini, individu modern haus akan ilusi kebebasan. namun ilusi itu tentu tak pernah kunjung terwujud. Kebebasan manusia modern layaknya mata uang yang memiliki dua sisi tak terpisahkan. Di satu sisi manusia Dengan kebebasan dapat menumbuhkan dan memiliki kekuatan, juga integrasi pribadi. Selain itu, ia pun mampu menguasai alam, mengembangkan kekuatan akal-budinya, serta menumbuhkan solidaritas dengan sesamanya.
Namun disisi lain kebebasan manusia modern melahirkan keterasingan dan ketidakamanan. Juga keraguan terhadap peran seseorang dalam lingkungan, makna hidup, yang ujung-ujungnya melahirkan perasaan ketidak berdayaan dan ketidakbermaknaan diri sebagai seorang individu. Realitas terakhir inilah yang menjadikan manusia lari atau takut akan kebebasannya.
Pada dasarnya pelarian dari kebebasan adalah mencegah terjadinya disintegrasi mental karena keterasingan dan ketersendirian. Sifat alami manusia adalah bersosialisasi.

https://orcid.org/0000-0003-2892-5411
0 wicara:
Posting Komentar