Manusia dan kekerasan seperti dua sisi mata uang koin yang tak bisa di lepaskan. Dari sejarah awal manusia kekerasan sudah menjadi pelajaran pertama dalam menjalani hidup ketika anak adam dan hawa berseteru karena urusan seksual.
Kekerasan saat ini identik dengan pergantian penguasa. Puncak kekerasan adalah meletusnya peperangan yang sangat merugikan baik dari sisi sosial, ekonomi, dan politik. Namun perang yang paling merusak adalah perang saudara. Peperangan saudara tidak hanya menimbulkan kerugian fisik lebih jauh lagi hal ini akan mbentuk tradisi baru bila salah satu pihak merasa terancam.
Akhirnya muncul beberapa pertanyaan mengapa manusia selalu muncul sifat destruktifnya dan menjadi begitu tak terkendali? Dan mengapa pula manusia berani berbaku hantam sesamanya demi mempertahankan kondisi subjektif narsistiknya?
Dari sisi psikologi kita bisa mengupas dengan pendekatan teori insting freud dan teori agresi konrad lorenz dan erich fromm yang melakukan pendekatan dengan psikoanalisa.
Manusia memiliki dua insting dasar, insting hidup dan insting kematian, dari insting kematian memberikan peluang kepada manusia untuk melakukan perusakan kepada diri maupun kepada pihak lain. Sedangkan lorenz menyatakan sebab kekerasan dalam individu adalah dari faktor biologis manusia lepas dari pengaruh sosial,ekonomi dan politik. Sifat agresi sudah tertanam dalam diri manusia. Dengan stimulus ataupun tanpa stimulus agresifitas ini tetap mencari pelampiasan. Lorenz pun menambahkan pembentukan partai politik merupakan bentuk menciptakan stimulus untuk melepaskan energi agresif yang tertekan
Psikoanalisis tersebut pada dasarnya adalah teori tentang upaya non nurani, resistensi, pemalsuan realita menurut kebutuhan subjektif, harapan, karakter dan konflik antara upaya-upaya berhasrat yang terkandung di dalam ciri pembawaan dengan tuntutan pemertahanan-diri. Sehingga sejauh mana seseorang dapat menekan hasratnya bukan hanya tergantung pada faktor internal diri seseorang, melainkan juga pada situasi. dengan demikian agresi bukan satu-satunya bentuk reaksi terhadap ancaman.

https://orcid.org/0000-0003-2892-5411
0 wicara:
Posting Komentar